Orang yang Suka Pamer Harta di Media Sosial, Siap-siap Didatangi Pajak!

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
0 Komentar

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati  mengaku senang jika ada yang orang yang suka pamer harta kekayaannya di media sosial (medsos). Hal itu dapat membantu pihaknya untuk mengidentifikasi seseorang untuk bayar pajak.

Menurutnya, jika ada orang yang suka pamer harta kekayaan di medsos, pihaknya bisa langsung cek data pajaknya oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

“Senang di medsos kalau ada yang pamer-pamer account number, account saya paling gede gitu. Begitu ada yang pamer akun saya punya berapa miliar.  Salah satu petugas pajak kita bilang ya nanti kita datangilah,” ujarnya.

Baca Juga:Wanita Pamer Bakar Bendera Merah Putih, Sudah Dilarang Dalam UUIsrael Minta Ukraina Menyerah, Berikut Penjelasannya

Namun, dia juga menjelaskan, tanpa pamer pun pihaknya bisa mengakses beberapa data seperti wajib pajak yang berada di luar negeri.

Hal itu bisa dilakukan karena Ditjen Pajak memiliki data tax amnesty sebelumnya dan Automatic Exchange of Information (AEol).

” Jadi kita punya data makin lengkap, dari tax amnesty sebelumnya plus AEoI mengenai tadi keberadaan orang dan harta di luar negeri,” pungkasnya.

Diketahui, sejumlah orang kaya sedang ramai mengikuti tren pamer harta dengan challenge Review Saldo ATM di media sosial (medsos).

Tren orang kaya pamer harta dengan challenge Review Saldo ATM yaitu mereka membuat video atau foto yang memperlihatkan saldo ATM dengan jumlah yang besar hingga miliaran rupiah.

Video tren orang kaya pamer harta dengan kalimat ”Ganteng, review saldonya dong”  muncul di media sosial Twitter, TikTok dan Instagram. (bbs/ran)

0 Komentar