Menurut Kang DS panggilan Bupati Bandung, bahwa alasan mendirikan RSUD Kertasari karena tingkat kematian ibu hamil atau masyarakat itu karena jarak rumah sakit jauh.
“Baru-baru ini ada dua warga Kertasari yang meninggal dunia, karena melahirkan di jalan dan dua jam kemudian meninggal. Dengan adanya RSUD Kertasari diharapkan bisa mengurangi angka kematian,” ungkap Kang DS.
Sementara itu, Direktur PTPN VIII Didik Prasetyo mengatakan, bahwa pertemuan antara Bupati Bandung dan jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Bandung dengan PTPN VIII merupakan pertemuan yang sangat baik.
Baca Juga:Mayat Wanita Misterius Ditemukan di Lahan Kosong Jalan Cisaranten, Begini CirinyaSetelah Ragu Tentang Al-Aqsa, Abu Janda Mengaku Mencintai Semua Tuhan
“Mudah-mudahan momentum hari ini, menjadikan hubungan PTPN VIII dengan Pemkab Bandung jauh lebih baik lagi. Sebelumnya, memang sudah baik. Intinya, PTPN VIII siap mendukung kebijakan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bandung,” kata Dikdik.
Ia mengatakan, untuk lahan RSUD Kertasari seluas 2 hektare dan untuk puskesmas dan poskesdes sekitar 1000 meter persegi.
“Kami akan dukung, sambil menunggu mekanisme korporasi yang harus kami lakukan. Kita tempuh dengan pinjam pakai. Kita siap mendukung,” pungkasnya.
Penandatanganan itu turut disaksikan jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Bandung maupun jajaran PTPN VIII lainnya.
Sebelum terjadi kesepakatan bersama pinjam pakai lahan itu, sempat terjadi perdebatan antara Bupati Bandung dengan Direktur PTPN VIII. Namun akhirnya kedua belah pihak sepakat pemanfaatan lahan milik PTPN VIII untuk sarana peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (yul)
