Penjual Daging Sapi di Kota Tangerang Masih Mogok, PD Pasar Cari Solusi Hadapi Kelangkaan Daging

TANGERANG – Dampak dari mogoknya seluruh penjual daging sapi potong di enam pasar di Kota Tangerang, Banten, membuat pembeli mengeluhkan terjadinya kelangkaan daging sapi.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Tangerang, Titien Mulyati mengatakan, puluhan pedagang daging sapi telah melakukan mogok berjualan sejak 28 Februari 2022. Karenanya saat ini terjasi kelangkaan daging dipasran.

Untuk mengatasinya, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mencari solusi kelangsungan daging sapi.

“Pasar Anyar 70 pedagang, Pasar Malabar 6, Pasar Poris Indah 3, Pasar Bandeng 1, Pasar Ramadhani 10, Pasar Laris 2, jadi total ada 92 pedagang yang mogok berjualan,” kata Titin kepada fin.co.id di Tangerang, Rabu, 2 Maret 2022.

“Kita tengah berkomunikasi dengan Bulog, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM, guna mengantisipasi kelangkaan daging sapi ini,” sambungnya.

Sementara, Anim (42), salah seorang pedagang daging sapi di pasar Anyar menuturkan, para pedagang sepakat mogok berjualan berdasarkan surat imbauan dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI).

“Kami sepakat mogok berjualan sampai Jumat (4 Maret 2022) se-Jabodetabek. Sebagai bentuk protes atas tingginya harga daging sapi,” ucapnya

Dikatakan Anim, di pasar-pasar di Kota Tangerang sendiri harga daging sapi potong saat ini berada dikisaran Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogramnya.

“Harga itu jauh dari normal yakni Rp120-Rp125 ribu per kilogram,” imbuhnya

Dari hasil pantauan, di Pasar Anyar sejak aksi mogok dilakukan pada Senin 28 Februari 2022, terlihat tidak ada aktivitas para penjual daging sapi potong.

Beberapa pedagang daging terlihat berjaga-jaga di lokasi, untuk mengantisipasi adanya pedagang yang tetap memaksa berjualan. (fin/rit)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan