Periode III adalah : ‘Abdurrahman III (929-961), Al-Hakam II (961-976), Hisyam II (periode pertama, 976–1009), Muhammad II (1009), Sulaiman II (periode pertama, 1009–1010), Hisyam II (periode kedua, 1010 –1013), Sulaiman II (periode kedua, 1013–1016), ‘Ali bin Hammud an-Nasir (1016-1018), ‘Abdurrahman IV (1018), Al-Qasim al-Ma’mun (periode pertama, 1018-1021), Yahya bin ‘Ali (periode pertama, 1021–1023), Al-Qasim al-Ma’mun (periode kedua, 1023), ‘Abdurrahman V (1023–1024), Muhammad III (1024–1025), Yahya bin ‘Ali (periode kedua, 1025–1026), Hisyam III (1026–1031).Kekhalifahan Kordoba adalah kekhalifahan yang memerintah di Semenanjung Iberia (Al-Andalus) dan Afrika Utara dari tahun 929 hingga 1031, berpusat di Kordoba (sekarang Spanyol).
Pemerintahan Kordoba sebelumnya berbentuk keamiran (emirat), perubahannya menjadi kekhalifahan terjadi pada 16 Januari 929, saat Amir Kordoba Abdurrahman III mendengar berita bahwa Al-Muqtadir, Khalifah Abbasiyah di Baghdad meninggal dunia dibunuh oleh pengawalnya.
Abdurrahman III berpandangan bahwa pemerintahan Abbasiyah sedang dalam kemelut, dan merupakan saat yang paling tepat untuk memakai gelar khalifah yang telah hilang dari kekuasaan Bani Umayyah selama 150 tahun lebih.
Baca Juga:Akan Sebar 15 Juta Masker, BNPB Galakan Lagi 3M di Seluruh Indonesia.192 Kios, Belasan yang Masih Buka: Teras Cihampelas Habis Napas?
Khalifah-khalifah besar yang memerintah pada periode ini ada tiga orang, yaitu Abdurrahman III (931-961), Al-Hakam II (961-976), dan Hisyam II (976-1009).
Periode pemerintahan ini ditandai dengan sukses besar di bidang perdagangan dan kebudayaan, dan didirikannya banyak mahakarya bergaya Islami di Spanyol, misalnya Mezquita atau Masjid Raya Kordoba.
Abdurrahman III mendirikan Universitas Kordoba.Perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku.Al-Hakam II juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan.
Pada masa ini, masyarakat dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran. Pembangunan kota berlangsung cepat, hubungan antara orang-orang Yahudi dan Arab damai dan saling membantu, Kemajuan dalam sains, sejarah, geografi, filsafat, dan bahasa.
Ekonomi kekhalifahan didominasi dengan perdagangan yang beragam dan sukses.Rute perdagangan Muslim menghubungkan Andalusia dengan dunia luar melalui Mediterania.
Pada masa Hisyam II (976-1009), karena khalifah masih belum dewasa (10 tahun), maka mulai diperkenalkan istilah Mursyih Al-Amri (pemangku kuasa).
Mursyih Al-Amri yang pertama adalah Mughirah bin Abddurahman (saudara Hakam II), namun karena terbunuh, akhirnya dilanjutkan oleh Al-Wazir Muhammad bin Abu Amir yang kemudian dia menyebut dirinya Al-Mulk (raja); Al-Mulk Al-Manshur.
