Mengurangi peradangan
CBD dalam ganja dianggap membantu mengurangi peradangan. Secara teori, ini dapat bermanfaat bagi kondisi peradangan, seperti Penyakit Crohn, sindrom iritasi usus, artritis reumatoid
Mengurangi peradangan dalam tubuh juga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, seperti Gangguan neurologis dan mental karena efeknya pada sistem limbik , dokter terkadang meresepkan ganja untuk mengobati kondisi kesehatan neurologis untuk kecemasan, epilepsi, sklerosis ganda, penyakit Parkinson, gangguan stres pascatrauma (PTSD), Sindrom Tourette
Manajemen tidur
Efek relaksasi dari ganja dapat membantu memperbaiki gangguan tidur, seperti insomnia . Dan tidur yang lebih baik juga dapat terjadi ketika rasa sakit berkurang dari penggunaan ganja.
Baca Juga:5 Siswa SMAN 1 Kota Cirebon Ngaku Sedang Flu, Eh Malah Keluyuran!Ridwan Kamil Usulkan Konsep Pembangunan IKN Harus Mengandung Unsur Identitas Kearifan Lokal
Pada Januari 2020 , 11 negara bagian serta Washington, DC, telah melegalkan ganja rekreasi, dan 33 negara bagian telah melegalkannya untuk penggunaan medis. Namun, ganja sendiri masih dianggap ilegal di bawah hukum federal.
Begitupun di Indonesia, Ganja termasuk zat narkotika yang dilarang pemerintah. Baik penggunaan secara medis maupun secara penggunaan secara umum. (red)
