Melihat dari Dekat Kehidupan Bersahaja Kasepuhan Sinar Resmi Bersama CHMC UPI

Mahasiswa UPI ketika melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok
Mahasiswa UPI ketika melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok Sukabumi
0 Komentar

BANDUNG – Civics Hukum Motor Community (CHMC) melakukan kegiatan penelitian di daerah Kasepuhan Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

Komandan CHMC Muhammad Nasrul mengatakan, kegiatan CHMC di Kasepuhan Sinar Resmi ini merupakan bentuk melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi demi terciptanya pembaharuan dan kemajuan di suatu daerah.

Kegiatan CHMC Mengabdi yang dilakukan berupa pengajaran oleh CHMC dengan mengangkat tema “Penguatan Nilai-nilai Pancasila melalui Kegiatan CHMC Mengabdi Pada Siswa SDN Sinar Resmi” yang dilaksanakan pada 27 Januari 2022.

Baca Juga:Begini Makna Simbol Macan Air Menurut Menko Airlangga HartartoSambil Nyantap Soto Khas Salatiga, Airlangga Hartarto Minta Agar Pelaku UMKM Manfaatkan KUR

Setiap kelas diisi oleh empat orang anggota CHMC untuk melaksanakan pengajaran dengan melakukan perkenalan terlebih dahulu dan menggali pengetahuan dasar mengenai Pancasila.

Materi yang diberikan yaitu mengenai nilai-nilai Pancasila dan contoh pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, CHMC juga melaksanakan lomba ranking 1 dengan materi sesuai yang sudah disampaikan sebelumnya. Pengajaran dilakukan pukul 08.00-11.00 WIB.

Pemberian pengajaran di SDN Sinar Resmi juga dilakukan. Sedangkan observasi penelitian dilaksanakan di Kasepuhan Sinar Resmi.

‘’Bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan yang melekat pada masyarakat adat disana,’’kata M Nasrul dalam kepada Jabarekspres.com, Rabu, (2/2).

Para mahasiswa juga diwajibkan untuk mengenal adat istiadat dan kebiasaan aktivitas warga desa, seperti pengloahan padi yang dilakukan secara tradisional.

‘’Kami mengunjungi masyarakat yang sedang menumbuk padi. Pengolahan padi hingga jadi beras disini masih menggunakan kearifan leluhur yang masih sangat tradisional,’’kata dia.

Baca Juga:Margiono Mantan Ketua PWI Meninggal Dunia, Sempat Terinfeksi Covid-19Ormas GMBI Berikan Klarifikasi Atas Insiden Kerusuhan di Polda Jabar

‘’Hasil panen ditumbuk dengan lesung yang juga memiliki keunikan dalam proses sampai menjadi beras yang siap untuk di masak,’’tambahnya lagi.

Dalam proses pembuatan beras ini terlihat unik. Warga setempat menumbuk gabah disertai dengan irama. Seakan menambah semangat untuk menjalin kebersamaan. Uniknya dengan cara ini, beras dapat bertahan sampai puluhan tahun.

Maka dari itu, masyarakat desa disini tidak akan mengenal yang namanya kelangkaan beras atau harga beras yang mahal.

Jika ditelisik, Kehidupan masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi sangat bersahaja. Menjaga dan bersatu dengan alam adalah makna hidup yang terpatri oleh para sesepuh desa.

0 Komentar