Bahaya! Ribuan Ton Limbah Medis Covid-19 Ancam Kesehatan

Ilustrasi Limbah Medis. (Istimewa)
Ilustrasi Limbah Medis. (Istimewa)
0 Komentar

JAKARTA – Ribuan ton limbah medis Covid-19 yang terdiri dari bekas jarum suntik, alat uji, dan botol vaksin mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Hal tersebut diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan laporan dari WHO yang dikutip, Rabu (2/2), limbah medis Covid-19 tersebut yang sebagian dapat menularkan virus korona itu berpotensi menimbulkan luka bakar, luka tertusuk jarum suntik, dan kuman penyakit terhadap para petugas kesehatan.

Laporan tersebut menyerukan reformasi dan investasi termasuk melalui pengurangan penggunaan kemasan yang menyebabkan tumpukan plastik dan bahan yang dapat didaur ulang.

Baca Juga:Boleh Berhenti Sementara, Kegiatan PTM di Bogor, Kang Emil Bilang IniCara Ampuh Atasi Ketombe dengan Bahan Alami

Diperkirakan sekitar 87.000 ton alat pelindung diri (APD), atau setara dengan berat beberapa ratus paus biru, telah dipesan melalui portal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga November 2021. Sebagian besar APD diperkirakan berakhir sebagai limbah.

Laporan itu juga menyebutkan sekitar 140 juta alat uji berpotensi menghasilkan 2.600 ton sebagian besar sampah plastik dan limbah kimia yang cukup untuk mengisi sepertiga kolam renang Olimpiade.

Selain itu, diperkirakan bahwa sekitar 8 miliar dosis vaksin yang disalurkan secara global telah menghasilkan tambahan 144.000 ton limbah dalam bentuk botol kaca, jarum suntik, jarum, dan kotak pengaman.

Laporan WHO tidak menyebutkan contoh spesifik di mana penumpukan limbah paling mengerikan terjadi, tetapi merujuk pada tantangan seperti pengolahan dan pembuangan limbah resmi yang terbatas di pedesaan India serta sejumlah besar lumpur tinja dari fasilitas karantina di Madagaskar. (reuters/jawapos/ran)

0 Komentar