12 Jenis Nama Virus yang Mematikan di Dunia

BACA JUGA : Ambisi Kawasan Industri Halal, Dongkrak Produk Lokal Masuk Pasar Global

Setelah memicu wabah di China, SARS menyebar ke 26 negara di seluruh dunia, menginfeksi lebih dari 8000 orang dan membunuh lebih dari 770 orang selama dua tahun.

Penyakit ini menyebabkan demam, kedinginan dan nyeri tubuh, dan sering berkembang menjadi pneumonia. Dalam kondisi parah paru-paru menjadi meradang dan berisi nanah.

SARS memiliki perkiraan tingkat kematian 9,6%, dan hingga saat ini, belum ada pengobatan atau vaksin yang disetujui.

SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 dikenal sebagai 2019-nCoV, virus penyebab COVID-19. SARS-CoV-2 termasuk keluarga besar virus SARS-CoV, yang dikenal sebagai coronavirus. Pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di kota Wuhan di China.

Virus itu kemungkinan berasal dari kelelawar, seperti SARS-CoV, dan melewati hewan perantara sebelum menginfeksi manusia.

Sejak kemunculannya, virus tersebut telah menginfeksi puluhan ribu orang di China dan ribuan lainnya di seluruh dunia. Negara-negara yang terkena dampak tengah berjuang mengembangkan diagnostik, perawatan, dan vaksin.

BACA JUGA : Ngeri! Data Informasi Rahasia Indonesia Sudah di Pihak Asing

Penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, yang disebut COVID-19, diperkirakan memiliki tingkat kematian sekitar 2,3%.

Orang yang memiliki riwayat penyakit bawaan atau berusia lebih tua memiliki resiko tinggi terkena Covid-19. Gejala umum terkena COVID-19 di antaranya demam, batuk kering dan sesak napas, dan penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia.

MERS-CoV

Virus ini berkembang di wilayah timur tengah. MERS, pernah mewabah di Arab Saudi pada 2012 dan Korea Selatan pada 2015. Virus MERS termasuk dalam keluarga virus SARS-CoV dan SARS-CoV-2.

Di Timur Tengah MERS-CoV Pertamakali menginfeksi unta sebelum menular ke manusia. Gejalanya, demam, batuk dan sesak napas dan menjadi pneumonia parah.

Virus ini memiliki perkiraan tingkat kematian antara 30% dan 40%. Sejauh ini, MERS belum  memiliki pengobatan atau vaksin yang disetujui. (red)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan