Pasalnya, lanjut Koesmedi, aplikasi PeduliLindungi yang sekarang digunakan tidak cukup efektif. Sebab, warga tersebut dimungkinkan meninggalkan handphone-nya. Berbeda dengan menggunakan teknologi chip yang melekat.
Sejauh ini pihaknya masih mencari formula agar orang yang dikarantina bisa menerima dan menjalani dengan baik. Sebab, selama ini selalu saja ada persoalan.
“Kita harus mencari model. Artinya, model apa sih yang bisa kita lakukan supaya karantina itu bisa diterima dengan enak,” tuturnya.
Baca Juga:Partai Perindo Lakukan Konsolidasi dengan Kader Daerah untuk Pemilu 2024Doddy Sudrajat Datangi H Faisal, Mau Bawa Gala Sky Tapi Gagal
Sebelumnya dalam rapat koordinasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan keputusan bahwa, pemerintah kembali menyiapkan paket perawatan karantina mandiri untuk pasien Covid-19 bergejala ringan.
Kebijakan itu disiapkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus karena persebaran Covid-19 varian Omicron. Rapat tersebut dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut mengatakan, dari berbagai penelitian yang dia terima dari para epidemiolog dan dokter, varian Omicron ini menular sangat cepat, tetapi less severe atau tidak parah. Kendati telah dilaporkan kematian di beberapa negara, jumlahnya cukup rendah.
”Walau begitu, kita mau agar lonjakan kasus konfirmasi ini bisa kita turunkan dan bagaimana upaya kita pasca lonjakan Omicron ini,” ujar Luhut dalam pernyataannya kemarin (15/1). (jawapos/ran)
