Disbudpar Kota Bandung Nilai Okupansi Hotel di Saat Nataru Terjadi Penurunan Drastis

Ilustrasi Hotel (Foto:Unsplash)
Ilustrasi Hotel (Foto:Unsplash)
0 Komentar

BANDUNG – Evaluasi objek wisata pada perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) kemarin, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menilai bahwa adanya penurunan pada okupansi hotel.

Namun Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari menyebutkan bahwa pada saat perayaan Nataru kemarin masih dianggap cukup berpengaruh terhadap objek pariwisata di Kota Bandung.

“Nah pada saat Nataru kemarin itu kan masih ada pembatasan-pematasan, seperti event tahun baru itu tidak boleh. Dan itu cukup berpengaruh juga (terhadap pariwisata),” ucap Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari saat ditemui di Gedung Bandung Creative Hub (BCH), Jl. Laswi, Kota Bandung, Jumat (7/1).

Baca Juga:Keluarga Mahasiswa Cimahi adakan DISACIBPBD Kabupaten Sumedang Imbau Warga untuk Mengungsi Jika Hujan Tak Kunjung Berhenti

Bahkan, Kenny melanjutkan saat perayaan Natal dan tahun baru kemarin, margin atau selisih dengan beberapa bulan ke belakang terlihat sangat besar.

“Kalau dibandingkan dengan 3-4 bulan lalu, itu margin (selisih) nya cukup besar ya, yang tadinya sekitar 70 persen, sampai akhir tahun kemarin karena masih ada pembatasan dan event-event juga tidak boleh, itu hanya 30 persenan (Okupansi hotel di Kota Bandung,” ujar Kenny.

“Dan itu kami (Disbudpar) datanya dapatkan dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia),” imbuhnya.

Kenny menuturkan bahwa ditahun 2022 dengan kasus Covid-19 semakin melandai, kunjungan wisatawan dan okupansi hotel bisa lebih membaik.

Diketahui, dari data yang dihimpun di laman bandung.go.id untuk kasus aktif Covid-19 per kamis, (6/1) kemarin menunjukan angka yang sangat Positif, yakni hanya 21 orang. Sedangkan untuk angka kesembuhan, yakni sebanyak 42.128 orang. Untuk kasus Meninggal karena Covid-19, hingga kemarin masih belum ada peningkatan, yakni diangka 1.423. (mg4/ran)

0 Komentar