Kolaborasi dengan PIB, Karya Tulis ROSAI Tuai Apresiasi

Kolaborasi dengan PIB, Karya Tulis ROSAI Tuai Apresiasi
Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Sidik Mulyono (tengah), Diskominfo.
0 Komentar

DEPOK – Rumah Organik Studio Alam Indonesia (ROSAI) berkolaborasi dengan Perkumpulan Indonesia Berseru (PIB) baru saja meluncurkan sebuah karya tulis berjudul buku “Revolusi Pangan Masyarakat Urban.”

Semenjak diluncurkan belum lama ini, karya patungan itu pun langsung mendapat sambutan luas sekaligus apresiasi dari Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), Sidik Mulyono, menyebut buku tersebut merupakan sebuah karya penting yang menceritakan tentang pengalaman berkebun di halaman rumah.

Baca Juga:Dinkes Depok Ajak Orangtua Izinkan Anaknya untuk DivaksinJelang Pergantian Tahun, Kasatpol PP KBB Siapkan 10 Titik Penyekatan

“Dari karya itu, banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dari ROSAI. Betapa tidak, semenjak awal mereka yang tampak begitu paranoid terhadap hewan dan cacing yang ada di tanah, justru kini mereka menjadi berteman,” kata Sidik, Jumat (31/12).

Sisi lain yang diungkap Sidik dari karya tersebut tak lain, kisah luar biasa tentang warga di perumahan ini yang berhasil bangkit dari situasi pandemi untuk menciptakan pertanian kota (urban farming).

“Kisah luar biasa yang menurut saya patut dijadikan inspirasi adalah semangat untuk terus bergerak bersama, tidak ingin berdiam diri begitu saja sehingga mampu menciptakan pertanian kota,” terangnya.

Dirinya menambahkan, di tengah kondisi saat ini di mana masyarakat masih dibayangi pandemi Covid-19 yang belum usai, buku tersebut diharapkan mampu menginspirasi warga khususnya di Kota Depok.

“Termasuk diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang ketahanan pangan kota. Apalagi ke depan musim kemarau pasti akan tiba meski kita tidak tahu kapan datangnya. Untuk itu, yang perlu dilakukan sekarang adalah sebisa mungkin mengantisipasi sebelum bahan-bahan kebutuhan pokok melonjak, dan juga sebleum terjadi kelangkaan barang-barang pangan,” cetusnya.

Terakhir kata dia, buku tersebut merupakan testimoni-testimoni warga perumahan Studio Alam Indah (SAI) yang merupakan kawasan kali pertama ditemukannya Covid-19 di Kota Depok.

Testimoni yang diberikan (ditulis) warga itu berkaitan dengan situasi suka duka pengalaman bercocok tanam yang dilakukan selama ini.

Baca Juga:PSI Nilai Indonesia Darurat Sekolah RusakJelang Pergantian Tahun, Masyarakat Padati Arus Jalan Menuju Lembang

“Kalau kita baca sepintas memang terkesan remeh sekali. Tapi justru remehnya mereka sangat-sangat berdayaguna. Tentu ini menginspirasi kita semua,” pungkasnya. (mg2/wan)

0 Komentar