Cegah Penularan Omicron, Wisma Atlet Kemayoran Ditutup Tujuh Hari

JAKARTA – Mencegah penularan varian Omicron semakin menyebar, pemerintah memutuskan untuk mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran sampai 7 hari ke depan.

Keputusan tersebut terpaksa diambil berdasarkan koordinasi dengan Menko Marinvest, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan Covid-19, yang dilanjutkan dengan rapat teknis dengan lembaga terkait hari ini.

Penutupan ini sebagai bentuk antisipasi dini agar penularan Varian Omicron pada komunitas tingkat tidak terjadi. Menyusul adanya penemuan kasus penularan di area rumah sakit darurat Covid-19 tersebut.

“Perkembangan situasi terakhir menjadikan pemerintah harus bertindak cepat mencegah terjadinya transmisi virus lokal Varian Omicron. Isolasi RSDC adalah langkah yang diharapkan efektif untuk tujuan tersebut,” tutur Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Suharyanto.

RSDC Wisma Atlet Kemayoran merupakan rumah sakit khusus untuk merawat pasien Covid-19 sejak pandemi melanda Indonesia pada pertengahan Maret 2020.

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa tower rumah sakit ini difungsikan sebagai tempat pelaku perjalanan internasional, melengkapi Wisma Atlet Pademangan.

 

Suharyanto mengatakan, pemerintah juga membuka Rusun Nagrak, di Cilincing Jakarta Utara untuk memberikan izin bagi PMI, Pelajar, dan ASN sebagai tempat penyimpanan file.

“Rusun Nagrak memiliki kapasitas lebih dari 4.000 tempat tidur. Dua hari lalu, saya sudah memastikan kesiapannya,” katanya.

Menurut Suharyanto, karena tenaga kesehatan di Wisma Atlet RSDC Kemayoran terbatas jumlahnya dan akan segera diberlakukan isolasi kawasan Wisma Atlet, maka tenaga kesehatan untuk dikarantina Rusun Nagrak akan didukung oleh sumber daya manusia dari Dinas Kesehatan Jakarta.

Suharyanto juga meminta bagi pasien yang sudah selesai masa di Tower 4 RSDC Wisma Atlet, selama 14 hari ke belakang, untuk terus menyatukan kondisi kesehatan, jika terjadi gejala segera laporkan kepada puskesmas di wilayahnya

“Saya menghimbau agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dengan memperketat protokol kesehatan, segera melakukan vaksinasi, menghadapi Natal dan Tahun Baru dengan mengurangi mobilitas,” tutupnya. (khf/sirip)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan