BANDUNG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) gerak cepat membentuk 37.184 Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mencegah stunting.
Kepala BKKBN Jabar Wahidin mengatakan, tim tersebut merupakan gabungan dari Bidan, PKK dan Penyuluh KB. Yang nantinya akan disebar di seluruh desa Se-Jabar.
“Nantinya tim ini akan mendampingi ibu hamil, remaja (pra-menikah) untuk melakukan screening. Sehingga memberikan edukasi kepada calon ibu untuk memahami pentingnya asupan gizi seimbang untuk tumbuh kembang janin,” kata Wahidin di Gedung Sate Bandung, Minggu (12/12).
Baca Juga:Persiapan Baik Hasilkan Kemenangan Besar Timnas, Ini Kata STYPedri Pernah Ditolak Madrid Sebelum Gabung Barcelona, Ini Katanya
Lebih lanjut, ia menjelaskan, guna mewujudkan Jabar Zero Stunting sesuai harapan Gubernur. BKKBN Jabar kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Terlebih untuk mengatasi permasalahan stunting yang masih di atas 20 persen di Jawa Barat.
“Tidak hanya Tim Pendamping keluarga yang dipersiapkan, Generasi Berencana (GenRe) pun kami terjunkan untuk terus mengkampanyekan (cegah) stunting, khususnya mendorong masyarakat untuk tidak melakukan pernikahan anak di usia dini,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu resiko pemicu stunting ialah nikah dibawah 21 tahun. Ia menjelaskan, menikah idealnya berada di usia 21 (wanita) dan 25 tahun (laki-laki).
“Dengan gencarnya edukasi, Jabar Zero Stunting bisa diwujudkan sesuai dengan target Gubernur pada 2023 mendatang,” cetusnya.
Hal senadapun diungkapkan, Pendiri sekaligus Penasihat Organisasi Klub Gowes Komunitas Kesehatan Indonesia (KOSEINDO), Abidinsyah Siregar.
Abidin menerangkan, Stunting sendiri beresiko besar ditemukan kepada keluarga yang memiliki, gaya hidup, pola hidup yang tidak sehat.
“Gaya Hidup tidak sehat dan pola hidup tidak sehat, menjadi permasalahan awal sehingga munculnya stunting,” terangnya.
Baca Juga:Terhempas Ombak, Seorang Nelayan Aceh Dilaporkan HilangRidwan Kamil For Sale
Ia menutuekan, cegah stunting itu sangat penting. Ia pun berharap masyarakat bisa merubah pola dan gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Dengan demikian, resiko terbentuknya stunting yang mengancam buah hati bisa semakin diminimalisir.
“Bersepeda menjadi salah satu cara untuk menjaga gaya hidup sehat mengingat gaya hidup sehat. Tidak hanya dilakukan dengan menjaga asupan gizinya semata tetapi juga dengan berolahraga,” tutupnya. (win)
