Titik Nol Sungai Citarum di Situ Cisanti Sudah Berubah

BANDUNG – Sungai Citarum titik nol nya adalah di Situ Cisanti di Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari Kab. Bandung, yang memiliki pesona alam yang sangat indah. Sebagai salah satu wisata alam yang dikelilingi oleh beberapa gunung memang memberikan kesan keindahan dan nuansa alam yang begitu memukau pengunjung, Minggu (14/11/2021).

“Kini Situ Cisanti Bandung bisa menambah keindahan dengan berbagai fasilitas yang lengkap sehingga dapat memberikan kenyamanan lebih kepada para pengunjung,” ujar Kapendam III/Slw Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto, seusai mendampingi Pangdam III/Slw Mayjen TNI Agus Subiyanto, meninjau di Cisanti, belum lama ini

Lanjutnya menuturkan, di titik nol itu terdapat 7 mata air yang membentuk bagian hulu Sungai Citarum. Mata air utamanya yaitu mata air Citarum, Cikoleberes, Cikahuripan, Cihaniwung, Cisadane, Cikawudukan, dan mata air Cisanti.

Selain itu, kata Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto, juga menyampaikan, bukan di titik nol saja keindahan di sepanjang Sungai Citarum Harum telah nampak, Seperti halnya di Cipamokolan Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, bisa menikmati keindahan Sungai Cidurian.

Keberhasilan ini, menurutnya, adalah upaya yang dilakukan TNI (Kodam III/Siliwangi) untuk mengingatkan dan menegur masyarakat dan pengelola pabrik agar tidak membuang sampah atau limbah sembarangan ke Sungai Citarum.

“Inilah kolaborasi yang sudah dijalankan selama ini. Rasa persaudaraan begitu kental dan segala kegiatan menata sungai dilakukan bersama-sama dan mengabaikan ego sektoral,” katanya.

Untuk itu, kami mengajak kepada warga dan para pelaku usaha yang berada disepanjang aliran Sungai Citarum, agar tidak membuang sampah atau limbah ke sungai, berharap peduli akan keindahan sungai yang bersih bebas dari sampah dan limbah.

Beberapa waktu lalu, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si telah menyerahkan 40 unit Sepeda Motor  pengangkut Sampah dalam mengantisipasi banjir dimusim penghujan kepada 23 Dansektor Satgas Citarum Harum, hal itu sebagai wujud kepedulian terhadap penanganan sampah, pungkas Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto. (pen/red).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan