Kerumunan di Taman Alun-Alun, Pemkot Bandung Akan Evaluasi

kerumunan di taman alun-alun
Dok. Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana. Foto Sandi Nugraha
0 Komentar

BANDUNG – Antrean pengunjung di taman Alun-Alun Kota Bandung pada hari libur akhir pekan membludak hingga menyebabkan kerumunan.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan melakukan evaluasi.

“Jadi memang harus dikaji lagi (kerumunan di Taman Alun-alun), dan kita akan coba evaluasi,” ujarnya Senin (15/11).

Baca Juga:Peluang, Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital untuk 15 Tahun MendatangSelain Braga dan Alun-Alun, 4 Titik Ini Akan Jadi Kawasan Tanpa Rokok di Kota Bandung

Dia mengungkapkan, agar masyarakat lebih disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), pintu masuk dan keluar di Taman Alun-alun memang harus dibedakan. Hal itu diperlukan agar petugas bisa mengontrol jumlah pengunjung yang datang.

“Ini sebagai proteksi, termasuk ada jumlahnya bisa diset. Misalnya 1.000 keluar angkanya. Saya pikir harusnya dilakukan itu,” ucapnya.

Yana menyebut, mayoritas pengunjung yang datang ke taman Alun-alun berasal dari luar Kota Bandung. Terkadang para pengunjung tersebut tidak mematuhi prokes yang ada.

“Jadi tempat itu (Taman Alun-alun) menjadi kurang nyaman ketika beberapa masyarakat tidak menerapkan Prokes,” ucapnya

Yana berharap, pengawasan di tempat wisata perlu diperketat. Pengunjung harus diskrining dengan aplikasi PeduliLindungi. Cara ini dinilai efektif dalam membatasi mobilitas karena keamanan masyarakat bisa diperiksa melalui aplikasi tersebut.

“Jadi sebetulnya lewat aplikasi PeduliLindungi. Begitu barcode sudah ketahuan. Hijau sudah dua kali divaksin, kuning, merah, sampai hitam yang positif Covid-19,” tuturnya.

(Mg4).

0 Komentar