BANDUNG – Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Bandung mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak goreng curah tak hanya di Kota Bandung, tetapi di seluruh Indonesia.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengatakan, harga minyak mengalami peningkatan karena adanya gejolak pada Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit.
“Terkait dengan kenaikan harga (Minyak Curah), ini bukan hanya terjadi di Kota Bandung. Ini hampir terjadi di seluruh daerah Indonesia. Padahal Malaysia dan Indonesia merupakan negara penghasil sawit terbesar di Indonesia,” ucapnya di Balaikota Bandung, Kamis (11/11).
Baca Juga:Sopir Vanessa Angel, Tubagus Joddy Resmi DitahanTPA Sarimukti Tutup Dua Hari, Bandung Terancam Tumpukan Sampah
Meiwan mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring harga dan memastikan ketersediaan minyak curah dan bahan-bahan pokok lainnya agar tetap aman.
“Jangan sampai pasokannya istilahnya tidak ada. Hasil pemantauan di lapangan Insyaallah barang-barang (minyak curah) masih ada,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, Kadisdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan harga minyak curah di pasaran hingga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp. 19.000 per Liter.
Elly menambahkan, saat ini pihaknya sedang berupaya mencari Produsen-Produsen minyak goreng untuk dilakukan operasi Pasar.
“Jadi belum ada solusinya, tadinya saya mau mengadakan operasi Pasar dengan Bulog, ternyata Bulog juga minyak gorengnya tipis, kosong. Makanya kita sekarang sedang mencari produsen minyak goreng yang mau diajak operasi pasar, dan saat ini lagi mencari,” pungkasnya.
(Mg4)
