Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya membawa WIR ke forum internasional untuk membuka mata dunia bahwa potensi Indonesia bukan hanya di sektor perkebunan, pertambangan, pariwisata, dan manufakturing, tetapi juga di sektor digital dan teknologi kreatif.
“Sektor digital dan teknologi-kreatif ini penting dalam pembentukan metaverse, di mana Indonesia membuka kesempatan bagi investor mancanegara untuk membangun berbagai ‘pabrik’ komponen metaverse di negara ini,” ucap Bahlil.
“Metaverse” bukan hal yang sangat baru untuk masyarakat Indonesia, tetapi belum lama ini digaungkan kembali oleh pendiri Facebook Mark Zuckerberg dalam pidatonya saat mengubah nama perusahaannya menjadi “Meta”.
Baca Juga:Disperkimtan Kabupaten Bandung Lakukan Penataan Taman Yang ColourfulNovel Baswedan Sebut Budaya Korupsi Lama Kelamaan Bisa Dimaklumi, Bahaya
Dengan meningkatnya interaksi manusia secara global di ranah digital, kolaborasi individu hadir untuk menciptakan semesta baru dengan aturan-aturan baru, dan dengan menggunakan berbagai teknologi seperti augmented reality dan virtual reality.
“Dunia metaverse ini tidak terbatas, namun untuk menavigasi serta berinteraksi di dunia ini diperlukan cara-cara khusus. Kami turut serta membangun metaverse dengan keahlian kami dalam pengembangan augmented reality terkini yang bisa menjawab kebutuhan metaverse masa depan”, ujar CEO dari WIR Group Michael Budi.
Menurutnya, WIR Group sangat beruntung bisa berkembang dengan bimbingan dari dua Kementerian di Indonesia, yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Investasi, sehingga selalu dapat menciptakan inovasi baru yang relevan dan selaras dengan visi dan tujuan negara.
(Antara)
