Semakin tinggi tingkat rasa lapar Anda, semakin banyak jumlah asupan makanan, dan ini terkadang melebihi asupan kalori harian Anda.
Kebiasaan melewatkan sarapan secara terus-menerus pada akhirnya akan menyebabkan penambahan berat badan dan bukan penurunan berat badan.
4. Risiko Kanker
Melewatkan sarapan bisa membuat Anda makan berlebihan di siang hari.
Hal ini pada gilirannya membuka jalan bagi peningkatan prevalensi obesitas.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research UK, ditemukan seseorang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki peningkatan risiko terkena kanker.
5. Memengaruhi Fungsi Kognitif
Baca Juga:Ketua LBH: Sopir Vanessa Angel Terancam PidanaMK Klaim Telah Siap Tangani Sengketa Pemilu Serentak 2024
Memasukkan sarapan dalam diet harian Anda memberi Anda fungsi kognitif yang lebih baik.
Sebuah penelitian dilakukan pada sekelompok remaja antara usia 12 dan 15 tahun dalam dua percobaan.
Dalam salah satu percobaan, kelompok tersebut diperbolehkan untuk sarapan, dan pada percobaan kedua kelompok tersebut diminta untuk menahan diri dari makan pagi.
Hasilnya menarik. Kelompok tersebut, ketika menjalani rejimen sarapan, menunjukkan akurasi yang lebih baik dalam tes pencarian visual, sementara kurangnya sarapan menghambat hasilnya.
6. Menyebabkan Migrain
Hipoglikemia adalah istilah medis yang digunakan untuk menunjukkan kadar gula darah yang rendah.
Melewatkan waktu makan memicu penurunan kadar gula secara besar-besaran, yang pada gilirannya memicu pelepasan hormon yang bisa mengimbangi kadar glukosa yang rendah.
Ini, di sisi lain, meningkatkan tingkat tekanan darah, memicu migrain dan sakit kepala.
Baca Juga:Sempat Ikut Terpental, Anak Vanessa Angel Masih Dirawat Intensif di Rumah SakitPengangguran Indonesia Naik Jadi 9,10 Juta Orang di Agustus 2021
Insiden lebih tinggi ketika Anda melewatkan sarapan, karena ini adalah makanan pertama yang Anda konsumsi setelah hampir 12 jam berpuasa.(JPNN-red)
