Siap Glowing! Berikut Enam Kandungan Skincare yang Akan Jadi Tren

Editor:

Niacinamida juga memiliki fungsi untuk membantu mengontrol proses produksi minyak berlebihan penyebab sebum dan jerawat. Pemilik wajah berminyak tentu banyak mencari kandungan ini, karena tidak jarang wajah mereka mengalami masalah iritasi dan jerawat setelah cukup lama menggunakan masker.

Selain fungsi yang disebutkan di atas, niacinamide juga memiliki kandungan untuk membantu meningkatkan produksi keratin pada kulit sehingga kulit menjadi lebih kuat dan sehat. Antioksidan yang terdapat di dalam niacinamide juga dapat membantu mengurangi masalah kulit akibat penuaan dini serta melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dan polusi.

Mugwort
Mugwort adalah tanaman herbal asal Korea yang ekstraknya mulai digunakan sebagai kandungan dalam produk perawatan kulit sejak 2018, seperti dilaporkan Allure.

Ekstrak mugwort memiliki khasiat sebagai antibakteri sekaligus anti jamur sehingga mampu mengurangi peradangan yang mengakibatkan iritasi dan jerawat. Mugwort bahkan dapat membantu meredakan masalah kulit seperti eczema atau psoriasis, karena kandungan vitamin E yang tinggi pada tanaman ini.

Selain itu, ahli dermatologi bersertifikat asal Austin, Amerika Serikat, Ted Lain, menyebutkan mugwort memiliki komposisi serupa dengan vitamin C karena penuh dengan antioksidan alami.

Bakuchiol
Bakuchiol berasal dari tanaman Psoralea corylifoli (babchi) yang sering digunakan untuk pengobatan tradisional sejak dahulu kala di Tiongkok. Bakuchiol yang muncul dalam bentuk perawatan kulit pada pertengahan 2020 ini sering disebut sebagai pengganti retinol, meski memiliki perbedaan pada tingkat kimiawi.
Ahli estetika berlisensi dan direktur pengembangan merek di InstaNatural, Heather Wilson mengatakan kepada MarieClaire bahwa bakuchiol adalah pengganti retinol yang terbaik. Hanya saja bakuchiol lebih ramah di kulit karena tidak menyebabkan iritasi atau menjadikan kulit kering seperti retinol.

Bakuchiol sendiri memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi kolagen kulit, sehingga mengurangi munculnya garis-garis halus dan kerutan, hiperpigmentasi, dan bintik hitam — plus memberikan kilau pada kulit.

Bila retinol dipercaya dapat meningkatkan kepekaan terhadap sinar matahari (akibat pergantian sel sehingga hanya dapat digunakan pada malam hari), tidak demikian halnya dengan bakuchiol. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu takut kala berjemur di bawah sinar matahari untuk meningkatkan sistem imun.

Probiotik dan Prebiotik
Menurut ahli dermatologi bersertifikat dari Amerika Serikat, Dr. Whitney Bowe, probiotik memiliki manfaat bagi kulit dengan tiga cara utama. Pertama, mereka bertindak sebagai perisai pelindung dengan mencegah mikroorganisme jahat yang merusak kekebalan kulit.

Kedua, probiotik menghasilkan antibiotik alami yang disebut peptida antimikroba yang memerangi bakteri jahat. Dan terakhir, probiotik mampu meningkatkan fungsi kulit dalam menangani faktor-faktor eksternal yang merusak kuit termasuk radikal bebas, matahari, dan polusi.

Sementara itu, prebiotik merupakan sumber makanan bagi bakteri, juga bermanfaat untuk mengkalibrasi ulang mikrobioma kulit. Prebiotik juga mempromosikan susunan bakteri yang lebih beragam, dan keragaman adalah kunci untuk kesehatan kulit. Bagi Anda dengan kulit berjerawat, atau kondisi kulit seperti rosacea dan eksim, probiotik dapat membantu menenangkan kulit dan melawan bakteri jahat. (Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *