oleh

Festival Kesenian Indonesia XI 2021 Bakal Hadirkan Ratusan Karya Seni

BANDUNG –  Para seniman melalui Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia akan bertemu secara virtual dan menunjukan dedikasi untuk Indonesia dalam acara “Festival Kesenian Indonesia XI 2021”.  Gelaran Festival ini menghadirkan 9 Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia, dimana helatan ini akan dihiasi ratusan karya.

Ketua Pelaksana Festival Kesenian Indonesia XI 2021, Ismet Ruchimat, mengatakan perhelatan kali ini mengangkat tema INDONESIAN ART SPIRIT : Diversitas & Ekosistem Budaya, yang dimana even ini selain menjadi ajang silaturahmi bagi para Perguruan Tinggi Seni (PTS) kegiatan ini juga dirancang dengan tujuan mempresentasikan keberadaan serta keragaman seni pertunjukan Indonesia melalui karya mahasiswa ISBI Bandung.

“Even ini menjadi ajang silaturahmi bagi mahasiswa seluruh perguruan tinggi seni Se-Indonesia dalam konsentrasi pemajuan kebudayaan nasional melalui inovasi karya seni mahasiswa khususnya ISBI Bandung. Selain itu pemberian ruang bagi keanekaragaman budaya secara maksimal untuk memungkinkan tiap entitas budaya memiliki pertumbuhan dengan baik yang dirangsang oleh mahasiswa seni akademisi Bandung kepada masyarakat,” kata Ismet.

Dikatakan Ismet, adapun tujuan lainnya, menjadi media apresiasi bagi mahasiswa seni akademisi juga masyarakat terkait perkembangan serta kemajuan senibudaya di Indonesia.

“ Kegiatan ini diikuti oleh sembilanperguruan Tinggi Seni (PTS) yang terdiri dari ISBI Aceh, ISI Padang Panjang , ISBI Bandung, Institut Kesenian Jakarta, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, ISI Denpasar dan ISBI Tanah Papua,” ucap Ismet.

Ismet mengatakan, dalam Festival Kesenian Indonesia XI 2021, rangkain acara akan dibagi kedalam tiga segmentasi. Pertama pertunjukan, kedua pameran (eksebisi virtual) dan yang ketiga Seminar Internasional.

Ismet menjelaskan dalam segmen pertunjukan akan menghadirkan konten yang didelegasikan oleh setiap PTS yakni karya mahasiswa dengan bentuk pertunjukan yang inovatif dan memiliki nilai-nilai tradisi dari setiap daerahnya yang dapat mencerminkan kekuatan tradisi serta keberagaman etnik yang ada di Indonesia.

“Dalam segmen pertunjukan ada karua musik, karya tari, karya teater, dan ada karya film dokumenter,” ujarnya.

Untuk segmen kedua pameran (eksibisi virtual ini akan diadakan pameran virtual yang akan diisi oleh karya-karya mahasiswa senirupa, dan fotografi dari perguruan tinggi seni se-Indonesia selain ISBI Bandung. Menurut Ismet karya-karya ini akan disusuns ecara virtual yang menarik. (*)

“Nanti kita seperti menjelajah galeri melalui platform Artsteps Virtual Exibithion, selain itu, Adapun bidang karya seni yang dipamerkan adalah seni lukis, seni patung, seni kriya, desain mode, fotografi dan new media art.

Sedangkan untuk segmen yang ketiga, yakni seminar internasional akan menghadirkan praktisi dan penggiat seni secara dinamis baik nasional maupun internasional. Adapun pembicara untuk memantik produktifita sintelektual tersebut, diantaranya, Prof. Dr. Hj. EenHerdiani, S.Sen., M.Hum, Rector of ISBI Bandung, Professor Arsenio Nicolas, University of Mahasarakham, Thailand, Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana, S.Sn., M.Sn, Rector of Institut Seni Indonesia Denpasar, Prof. Andrew Waintraub, University of Pittsburg, Drs. Pim (W.) Westerkamp,Curator Southeast Asia, National Museum of Worldcultures, Netherlands, Professor Kathy Foley,University of California, Santa Cruz dan Dr. Martinus Miroto, M.F.A, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

“ Segmentasi seminar/konferensi dihadirkan sebagai salah satu ruang produktifitas intelektual yang memberikan persfektif baruk hususnya bagi konsentrasi kemajuan dan perkembangan seni budaya yang dilihat dari praktik secara kekaryaan maupun sosial mahasiswa ISBI Bandung. Semoga dalam rangkaian acara tersebut bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya di masyarakat luas, selain dari kalangan seniman/mahasiswa seni,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga