Alami Penurunan 50 Persen Lebih, Pengusaha Patra Niaga Masih Bisa Pekerjakan Karyawannya

Truk perusahaan Patra Niaga
Truk perusahaan Patra Niaga
0 Komentar

BALEENDAH – Dampak Pandemi Covid-19, perusahaan Patra Niaga PT. Indah Tiga Saudara (ITS) mengalami penurunan omset 50 hingga 60 persen. Namun tidak sampai melakukan pemecatan terhadap 100 karyawannya. Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PT. ITS, Ahmad Sarip Iskandar, saat wawancara di Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (5/10).

“Total karyawan ada 100 orang termasuk sopir. Meski kita mengalami penurunan omset gaji karyawan masih full. Namun ada pengurangan terhadap jumlah insentif pegawai, karena rutenya berkurang selama pandemi,” ujarnya.

“Kita tidak sampai merumahkan karyawan, kasian mereka menanggung kehidupan keluarganya, jangan sampai terkena dampaknya,” tambahnya.

Baca Juga:Ratusan Petugas Dikerahkan DLHK Depok untuk Data Kondisi Pohon di Sekitar JalanPolri Segera Tindaklanjuti Hasil Temuan PPATK Soal Rekening Jumbo Bandar Nakorba

Ahmad mengatakan walaupun perusahaannya termasuk dalam salah satu barang konsumtif, tetapi ternyata penjualan bahan bakar solar juga bisa mengalami penurunan karena terimbas pandemi Covid 19. Hal tersebut dikarenakan beberapa industri yang menghentikan aktivitas produksi.

“Kalau perekonomian berjalan, maka tentunya aktivitas proyek ada dimana-mana. Tapi, karena pandemi membuat perekonomian melemah, sehingga aktivitas proyek jadi berkurang. Lalu pabrik banyak yang off, bahkan banyak karyawan pabrik yang di PHK. Kalau pabrik tidak produksi berarti penggunaan bahan bakar solarnya jadi berkurang,” katanya.

Ahmad menjelaskan, dalam memperoleh bahan bakar solar, pihaknya menjalin kerjasama dengan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Oleh karena itu, dalam menentukan harga bahan bakar solar, tergantung BUMN tersebut.

“Sekarang PPKM sudah level 3, semoga perekonomian bangkit kembali, dan saat ini kebutuhan industri bahan bakar terutama solar sudah mulai ada peningkatan meski tidak 100 persen,” tandasnya. (yul)

0 Komentar