Duh, Pagar Tembok 2 Meter Halangi Galeri GAPPURA

Bangunan galeri GAPPURA yang terhalang oleh pagar tembok kantor Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang pada Rabu (29/9). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
Bangunan galeri GAPPURA yang terhalang oleh pagar tembok kantor Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang pada Rabu (29/9). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

SUMEDANG – Gabungan Pegiat dan Pelaku Usaha Rakyat (GAPPURA) mempunyai galeri untuk menampilkan sekaligus memasarkan produk para pelaku usaha.

Diketahui, GAPPURA merupakan wadah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seluruh Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Galeri GAPPURA sendiri dijadikan sebagai media dalam memperkenalkan produk unggulan pelaku usaha di Kecamatan Tanjungsari.

Baca Juga:Jadi Langganan Banjir, Begini Antisipasi Kelurahan Rancaekek KencanaPanas! Rapat Partai NasDem Nyaris Diwarnai Adu Jotos

Namun mirisnya, bangunan galeri GAPPURA yang berdiri tepat di dalam wilayah kantor Kecamatan Tanjungsari itu terhalang oleh benteng atau pagar tembok.

Karenanya, jangankan dapat secara luas menampilkan produk unggulan. Bangunannya saja tertutup oleh pagar tembok dengan tinggi sekiranya dua meter.

Menanggapi hal itu, salah seorang pendiri sekaligus pengurus GAPPURA, Dadang Biho menyampaikan, tertutupnya bangunan galeri menjadi kendala dalam menampilkan produk unggulan para pelaku UMKM kepada masyarakat.

“Ya sekarang jangankan orang tahu ada produk unggulan apa saja di dalam galeri. Bangunannya aja gak kelihatan,” kata Dadang kepada Jabar Ekspres di Kecamatan Tanjungsari, Rabu (29/9).

Menurut Dadang atau akrab disapa Kang Biho itu, akan lebih baik jika pagar tembok yang menghalangi bangunan galeri GAPPURA dapat dirobohkan alias ditata ulang.

“Biar galeri bisa terlihat oleh publik, masyarakat biar tahu dan tertarik lihat produk-produk unggulan kita,” pungkas Kang Biho.

“Ini bentengnya (pagar tembok) ditata lagi, maksudnya disesuaikanlah biar kantor kecamatan tetep rapih tapi galeri bisa terlihat gak ketutup begini,” tambahnya.

Baca Juga:Pura-pura Jadi Anggota Militer, Imigrasi Bali Deportasi 2 WNAPON XX Papua, Tim Futsal Jatim Siap Hadapi Tuan Rumah di Semifinal

Dalam pemaparannya, Kang Biho menuturkan, sampai sekarang sudah banyak pelaku usaha yang ada di Kecamatan Tanjungsari tergabung dalam GAPPURA.

“Di GAPPURA untuk sekarang baru ada 130 pelaku usaha yang mendorong ekonomi lewat produksi makanan,” imbuh Kang Biho.

Kang Biho berujar, para pelaku UMKM di GAPPURA juga aktif mengisi dan memasarkan produk di galeri.

“Di GAPPURA sendiri ada pengurus GAPPURA ada pengelola Galeri. Jadi terstruktur, punya tugas masing-masing, ada peran masing-masing,” ucap Kang Biho.

Sementara itu, Camat Tanjungsari, Ida Farida Sobandi mengaku sangat mendukung para UMKM dalam memasarkan hasil produksinya.

“Jika lewat alun alun Tanjungsari bisa kita lihat  banyak bermunculan warung-warung atau kedai kopi yang unik,” papar Ida di ruang kerjanya, Selasa (28/9) kemarin.

0 Komentar