JABAR EKSPRES – Harga Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah Indonesia (IDR) pada Kamis, 12 Februari 2026, diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.780 hingga Rp16.810 per USD berdasarkan proyeksi pasar. Hal ini menunjukkan nilai tukar yang relatif stabil, meskipun masih dibayangi potensi fluktuasi sepanjang perdagangan hari ini.
Mengacu pada data resmi Bank Indonesia, kurs tengah JISDOR pada Rabu, 11 Februari 2026, tercatat di level Rp16.781 per USD. Angka tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam melihat posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sementara itu, di pasar valuta asing, kurs jual dolar berada di sekitar Rp17.221 dan kurs beli di kisaran Rp16.381. Selisih antara kurs beli dan jual mencerminkan dinamika permintaan dan penawaran di pasar.
Baca Juga:Sultan Oman Fasilitasi Dialog Iran–AS, Dorong Kesepakatan Nuklir yang Seimbang4 Hp dengan Wireless Charging Terbaik 2026, Mulai dari 3 Jutaan!
Pergerakan rupiah saat ini cenderung fluktuatif, meskipun tidak menunjukkan tekanan besar, terdapat potensi pelemahan ringan dalam perdagangan hari ini. Faktor eksternal seperti sentimen global, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta pergerakan indeks dolar AS masih menjadi penggerak utama arah nilai tukar.
Selain itu, kondisi geopolitik dan data ekonomi global juga turut memengaruhi sentimen investor terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Bagi pelaku usaha dan importir, pergerakan dolar di kisaran Rp16.800-an tetap perlu dicermati, terutama dalam perencanaan pembayaran transaksi internasional. Sementara itu, eksportir berpotensi memperoleh keuntungan lebih ketika rupiah mengalami pelemahan, meski pergerakannya masih tergolong tipis.
Secara keseluruhan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diproyeksikan masih bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan melemah ringan. Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan global dan kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan mata uang dalam jangka pendek.*
