3 Tahun Oded-Yana, Pakar: Tiga Pilar Bahu Membahu

kepemimpinan oded yana
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf menyebut kekompakan antar pemimpin menjadi kunci penting pemerintahan yang baik.
0 Komentar

“Saya belum pernah dengar itu di Pemkot Bandung, atau ada orang yang jadi oposisi terhadap pemerintahan, itu tidak terdengar,” terangnya.

Asep mengungkapkan, kekompakan Oded-Yana ini terlihat sangat dilandasi oleh kepercayaan yang besar antara satu sama lain. Sehingga pembagian porsi moril dan materiil antara Oded dan Yana bisa diterima dengan penuh rasa adil.

“Masing-masing percaya bahwa mereka tidak berkhianat pada niat awal. Ini penting karena kalau tidak percaya itu akan menimbulkan saling curiga, dan ujungnya saling ‘ngewa’ dan akhirnya saling menjatuhkan,” Asep menegaskan.

Baca Juga:Perkembangan Kasus Pria yang Gantung Diri Live di TiktokPunya Studio Mini, Kepala Sekolah SMPN 1 Cimanggung Sebut Akan Rutin Buat Konten Podcast

“Kedua itu, karena partai tidak mengganggu, alhamdulillah baik PKS atau Gerindra terlihat tidak seperti itu karakter politiknya. Mengalir saja, ini penting menjaga kekompakan karena bisa jadi orang agak pecah karena ambisi politik di luar ini mempengaruhi,” tambahnya.

Asep lantas membeberkan kunci pentingnya stabilitas Pemkot Bandung juga dipegang oleh Oded-Yana yang sangat memahami potensi dan karakter Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. Sehingga psikologis dan kompetensi Ema dapat terkelola secara tepat.

“Mereka pegang betul. Bukan berarti menjinakkan harus nurut, tapi Pak Ema diberikan kesempatan berkreasi. Dan Pak Ema juga percaya tidak dizalimi pimpinan,”ujarnya.

Masih menurut Asep, kecermatan Oded-Yana dalam memberikan porsi kepada Sekda inilah yang membuat Ema nyaman menjalankan perannya. Walhasil birokrasi Pemkot Bandung berjalan optimal sesuai dengan arahan Oded-Yana dan tetap mengakomodir gagasan Ema.

“Ini membuat nyaman Pak Ema sehingga lurus menjalankan birokrasi. Karena sepanjang Pak Ema bagus, mereka (Oded-Yana) sangat mendorong. Tapi kalau ada apa-apa mereka (Oded-Yana) selalu menunjukkan Sekda dihargai martabatnya. Pak Ema bisa ‘ngigelan’ dan ‘ngigelkeun’ pimpinan,” katanya. (asp)**

0 Komentar