Tiga Peserta Kemping di Nangorak Camp Sumedang Tewas, Begini Kronologisnya

Nangorak Camp sumedang
Nangorak Camp sumedang
0 Komentar

SUMEDANG – Kecelakaan maut yang mengakibatkan tiga korban tewas terjadi di wilayah Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, pada Minggu (12/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut saksi mata warga setempat Unu menuturkan, ketiga korban mengendarai kendaraan roda dua dengan berbocengan bertiga. Mereka dikabarkan telah melakukan kegiatan kemping di Nangorak Camp.

”Motor jenis honda beat itu kehilangan tenaga karena kondisi jalanan menanjak. Ditambah rem tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya motor kehilangan keseimbangan dan jatuh kebelakang,”katanya.

Baca Juga:Lampu di dalam Masjid Istiqlal Jadi Viral, Nitizen Bilang Mirip DiskotekSamsung Salurkan Bantuan Senilai Rp 4 M untuk Penanganan Covid-19

Diketahui jalana menanjak itu memiliki ketinggian 3 meter. Sehingga mengakibatkan Jajang, 40, dan dua korban lainnya Naila, 13 dan adiknya Husna, 11 ikut terjatuh dan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi, diketahui ketiga korban merupakan peserta kemping keluarga Kilau Sumedang dalam acara Mukhoyam dan Silaturahmi yang berlangsung sejak tanggal 11 – 12 September 2021 dengan peserta sekitar 20 orang.

Dalam undangannya, tertulis jika acara tersebut digelar di Nangorak Camp. Sedangkan kenyataanya acara dilaksanakan di halaman rumah pohon milik warga.

“Iya acaranya sudah beres dan dilaksanakan di halaman rumah. Jadi salah, bukan di Nangorak Camp,” ujar pemilik rumah pohon Aji, saat di konfirmasi melalui telepon selular.

Sementara itu, paman kedua korban kecelakaan Subhan, memaparkan, pihak keluarga telah memakamkan jenazah adik kakak yang menjadi korban kecelakaan tersebut.

“Dua orang perempuan adik kakak yang merupakan keponakan saya sudah di makamkan di Dusun Nagrog Kaler, Desa Sukahayu Kecamatan Rancakalong,” ungkapnya.

Sedangkan pengendara yang membonceng kedua adik kakak tersebut dimakamkan di Cigalagah, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:Gedung Eks BKPP Wilayah III di Purwakarta Terbengkalai, Dewan Minta Harus Jadi Perhatian PemprovKasus Pembunuhan di Subang Masih Misteri, Mbah Mizan Disuruh Terawang

“Kemping silaturahmi itu digelar lebih dari dua puluh orang. Karena kurang kendaraan jadi dibonceng rempet tiga,” terangnya.

Namun demikian, lanjut Subhan, pihak keluarga telah ikhlas menerima kecelakaan tersebut sebagai musibah.

“Semoga kedepannya tidak ada lagi korban. dan kedepannya lagi bagi para pengunjung yang akan menuju Nangorak bisa lebih berhati-hati lagi dan lebih mengutamakan keselamatan,” tuturnya. (sumedangeskpres.com)

0 Komentar