Selain Learning Loss, Ini Dampak Lain PJJ pada Anak

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan saat ini terdapat dua fokus utama di kementeriannya dalam hal terkait pandemi Covid-19. Fokusnya ini berkaitan dengan penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan dampaknya pada anak.

Fokus pertama adalah segera mengembalikan anak untuk kembali belajar secara tatap muka dengan aman. Hal ini penting untuk mengurangi learning loss dan dampak permanen pada psikologi anak.

“Upaya terpenting sekarang adalah mengembalikan anak ke sekolah untuk meminimalisir learning loss dan dampak psikologis anak yang bisa berdampak permanen. Harus segera kita lakukan seaman mungkin dan secepat mungkin, dan dengan mengedepankan kehati-hatian,” jelas Nadiem dalam keterangannya, dikutip Senin, (23/8).

Tidak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berkepanjangan berdampak pada menurunnya motivasi belajar dan kondisi psikologis anak. Ancaman learning loss serta kesepian dan kekerasan pada anak akibat pandemi terjadi di seluruh dunia.

Hal ini menjadi alasan mendasar untuk segera menyelenggarakan kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas pada wilayah yang diperbolehkan. Lalu, pihaknya juga mendukung upaya pemulihan kondisi pembelajaran yang terdampak pandemi, salah satunya melalui program Kampus Mengajar.

Pemerintah menghadirkan puluhan ribu mahasiswa yang bergerak membantu sekolah-sekolah di daerah yang paling membutuhkan. Para relawan ini bertugas membantu para guru dalam meningkatkan kompetensi dasar literasi dan numerasi serta pendidikan karakter siswa.

“Strategi digitalisasi sekolah juga menjadi bagian untuk mengejar ketertinggalan ini. Khususnya bagi sekolah-sekolah yang memiliki kendala akses untuk melaksanakan PJJ,” ungkap Nadiem. (jawapos)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan