Benny mengatakan virus Corona yang sempat bersarang di tubuh Eddy diduga kuat ditularkan oleh seorang perawat yang selama ini menjalani tugas rutin di rumah.
“Ayah saya ini dirawat oleh tiga orang perawat selama 24 jam. Perawat ini selalu keluar masuk di rumah. Setelah kita cek, ternyata ada salah satu perawat yang tidak sadar dia sakit (COVID-19) setelah merawat ayah saya,” katanya.
Menurut Benny kesembuhan sang ayah tidak terlepas dari peran vaksin COVID-19 yang diterima Eddy beberapa bulan sebelum ia tertular COVID-19.
Baca Juga:Selain Covid-19, Penyakit Ini Sama Berbahayanya, Harus WaspadaTulus Rilis Lagu Baru Berjudul “Ingkar”
“Saya bersyukur bahwa sebelumnya kami sekeluarga telah mempertimbangkan bahwa ayah harus divaksin untuk pencegahan COVID-19,” ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa sang ayah tidak merasakan gejala apapun setelah divaksin dan ia sendiri yang mendaftarkan ayahnya untuk divaksin.
Benny juga mengungkapkan bahwa pada saat proses screening di sentra vaksinasi, ayahnya sempat dinyatakan tidak lolos karena ada riwayat sakit ginjal.
Namun kondisi itu tidak mematahkan semangat keluarga untuk memberikan vaksin kepada Eddy. “Kami pun berkonsultasi dengan dokter umum dan internis, sampai akhirnya ayah saya dinyatakan boleh divaksin,” katanya.
Benny merasa lega karena sang ayah sudah divaksin dan berterima kasih karena pemerintah telah memberikan prioritas kepada warga lansia untuk menerima vaksin.
la juga mengimbau agar masyarakat tidak ragu untuk mendaftarkan, mengantarkan dan menemani anggota keluarga lansia mereka untuk vaksinasi.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengemukakan perlu peran proaktif keluarga sebagai “support system” untuk membangun ‘kekebalan keluarga’ dalam menuntaskan target vaksinasi lansia dan mencapai kekebalan komunal.
Baca Juga:4 Cara Mudah Turunkan Kadar Gula Darah yang Tinggi dalam TubuhKetua MPR Minta Prioritaskan Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri
Sejak awal program vaksinasi COVID-19 dimulai secara nasional, kata Nadia, kelompok lansia ditetapkan sebagai target penerima vaksin yang diprioritaskan, karena kelompok ini paling rentan dan memiliki risiko terinfeksi COVID-19 lebih tinggi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 12 Agustus 2021, dari total 21.553.118 target penerima vaksin COVID-19 kelompok lansia, baru 4.979.210 (23,10 %) yang mendapat vaksin dosis pertama, sedangkan dosis kedua 3.383.747 (15,70%).
Lambatnya pencapaian target vaksinasi kelompok lansia disebabkan oleh beberapa faktor terkait akses, dukungan dan juga masih adanya penolakan vaksin pada lansia.
