PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Mal Boleh Buka dengan Prokes yang Ketat

Vaksin juga menjadi perhatian. Terutama daerah yang peningkatan kasusnya signifikan. Daerah aglomerasi di Jawa dan Bali harus mendapatkan vaksinasi 70 persen pada akhir September.

Selanjutnya, 45 kabupaten dan kota di luar Jawa Bali akan menjadi prioritas. Nah, khusus Papua yang akan digunakan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) juga menjadi prioritas.

’’Di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Keerom, Merauke, dan Mimika dilakukan vaksinasi (Covid-19),” ujarnya.

Luar Jawa-Bali

Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, secara jumlah per 9 Agustus, kasus aktif di Jawa-Bali berkontribusi 53,5 persen dan luar Jawa-Bali 46,5 persen dari total kasus aktif nasional. Selama 1–9 Agustus, kenaikan kasus aktif di luar Jawa-Bali mencapai 1,24 persen. Sedangkan di Jawa-Bali justru turun 27,08 persen.

’’Di luar Jawa-Bali ada yang meningkat, yaitu Sumut, Kaltim, Sumbar, dan Riau. Namun, ada 10 provinsi yang menurun, yaitu Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepri, NTB, NTT, Kaltim, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat,” jelasnya. Airlangga menambahkan, dari asesmen di luar Jawa-Bali, ada 132 kabupaten dan kota yang menerapkan PPKM level 4. Lalu, 215 kabupaten/kota melaksanakan PPKM level 3 dan 39 daerah menerapkan PPKM level 2.

Khusus di luar Jawa-Bali, perpanjangan PPKM dilakukan selama dua minggu, yakni 10–23 Agustus.

’’Karena memang berbeda dengan Jawa-Bali yang sudah menurun (jumlah kasusnya),” imbuhnya.

Percepatan vaksinasi dilakukan dengan meningkatkan target jumlah suntikan per hari. Vaksinasi itu dilakukan oleh TNI sebanyak 500 ribu orang, Polri 600 ribu orang, pemda 1,2 juta orang, dan selebihnya BKKBN dengan mengoptimalkan bidan sebagai vaksinator. Jumlah vaksin yang akan tiba pada bulan ini sebanyak 72 juta ditambah 5,5 juta (sekitar 77,5 juta) dosis. Kemenkes telah menyiapkan distribusinya ke seluruh provinsi maupun kabupaten/kota.

Dari sisi mobilitas, Airlangga menyebut telah terjadi penurunan hampir di seluruh provinsi. Hanya dua provinsi yang mobilitasnya naik, yakni Sumbar dan NTT. Kenaikan indeks mobilitas sejalan dengan tren meningkatnya kasus aktif sehingga perlu tetap dilakukan pengetatan mobilitas lewat PPKM.

Dari hasil evaluasi, 45 kabupaten/kota masih perlu ditindaklanjuti dan pemerintah juga mempersiapkan fasilitas isolasi terpusat.

Polri juga angkat bicara terkait dengan masa PPKM level 4 yang habis kemarin. Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menuturkan, saat ini kasus persebaran Covid-19 cenderung menurun.

”Tentu penurunan ini merupakan dampak dari PPKM yang dilaksanakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kemarin.

Dia menuturkan, dengan modal penurunan kasus Covid-19 ini, Polri berharap PPKM level 4 bisa diturunkan.

”Kita semua mengharapkan penurunan level ini,” paparnya dalam kunjungan ke posko PPKM Mega Legenda, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Meski begitu, target vaksinasi 70 persen harus tetap tercapai. Kepri merupakan daerah dengan vaksinasi tertinggi ketiga di Indonesia. Sekitar 68 persen masyarakat Kepri telah mendapatkan vaksin. ”Kalau sudah 70 persen, harapannya herd immunity terbentuk,” ujarnya.

(Jawapos.com)