oleh

Banyak Fraksi Soroti Minim Pendapatan Daerah, Kang Uu Beberkan Strategi Pemprov Jabar

BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menuturkan pendapatan daerah khususnya dari pajak kendaraan bermotor turun tahun ini. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir yang berdampak pada pelemahan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, saat ini Pemda Provinsi Jabar berupaya membuat terobosan untuk menggenjot pendapatan dari pajak kendaraan bermotor, yakni mendorong wajib pajak menyelesaikan kewajibannya dengan berbagai program keringanan dan stimulus.

“Yang menjadi sorotan dari beberapa fraksi, mayoritas antara lain tentang berkurangnya pendapatan, termasuk berkurangnya pendapatan dari pajak kendaraan bermotor,” kata Uu di Bandung, Rabu (28/7).

Baca Juga:  Besok, Pemprov Jabar Uji Coba Pembukaan Lapangan Olahraga Gasibu dan Saparua

Uu menilai, tidak tercapainya pendapatan daerah, pendapatan asli daerah, khususnya pendapatan pajak kendaraan bermotor roda empat, hal ini diakibatkan penurunan pendapatan para wajib pajak.

“Ini tidak lain pemutusan hubungan kerja di banyak lapangan usaha, dan rendahnya konsumsi akibat penurunan daya beli. Sehingga pada masa pandemi Covid-19, masyarakat lebih mengutamakan pengeluarannya untuk kebutuhan harian dan memilih menunda bayar pajak meskipun sudah jatuh tempo,” hematnya.

Baca Juga:  Panglima Santri Himbau Masyarakat  Tidak Reaktif Terhadap Pernyataan YouTuber Muhammad Kace

Lebih lanjut, penurunan pendapatan pajak kendaraan bermotor juga dikarenakan ada kekurangan penetapan PKB dan kekurangan penetapan tarif PKB.

Alhasil, tidak mengenakan tarif PKB secara progresif atas kepemilikan kendaraan pribadi yang bukan kepemilikan pertama, sehingga perlu optimalisasi sektor pajak dalam pendataan dan penetapannya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga