Kecamatan Kiaracondong Peringkat Pertama Soal Kasus Covid-19

BANDUNG –  Menjelang berakhirnya masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Kecamatan Kiaracondong memuncaki ‘klasemen’ peringkat pertama soal peningkatan kasus Covid-19.

Diketahui, tercatat ada 563 kasus Covid-19 di Kecamatan Kiaracondong. Adapun penyebab naiknya kasus di kecamatan ini adalah padatnya penduduk dan mobilitas masyarakat yang sulit ditekan.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung Camat Kiaracondong, Rina Dewiyanti melalui sambungan telepon pada Minggu (25/07) siang.

“Kircon ini penduduknya memang padat ya karena satu kelurahan aja ada yang sampe 30.000 penduduk, apalagi masyarakat pekerjaannya beragam. Paling banyak pedagang, jadi sering ke luar rumah,” ucap Rina.

Rina mengaku lonjakan kasus ini terus meningkat setelah lebaran Idul Fitri lalu, terhitung sejak arus mudik dan arus balik.

“Masyarakat malu (tak memberi tahu) saat dirinya mendapat gejala Covid. Sebelumnya juga kita pernah tertinggi. Kita kemudian bikin inisiatif hotline di dua puskesmas yang bisa diakses oleh masyarakat dari situ kemudian ketahuan kasus ditemukan banyak yang kena,” tambahnya.

Dua puskesmas yang menerima aduan masyarakat terkait gejala Covid-19, yakni Puskesmas Babakan Sari dan Babakan Surabaya. Masyarakat bisa berkonsultasi bahkan menerima rujukan langsung apabila bergejala

“Yang paling khawatir itu kalau yang OTG (orang tanpa gejala), karena biasanya yang seperti itu suka bebas berkeliaran karena mereka gak merasa sakit,” terang Rina.

Hingga kini, Rina mengaku menyiapkan satu tempat isolasi untuk masyarakat, yakni di STIKES yang berada di Jl. Sulaksana.

Beberapa upaya telah ia tempuh seperti woro-woro kepada masyarakat, gencar mensosialisasikan 6M dan menghimbau masyarakat untuk segera divaksin. Dari semua rangkuman kasus yang ditemukan, Kelurahan Babakan Sari-lah yang paling tinggi dan Kebon Jayanti yang paling rendah. (mg1)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan