Kepala BKKBN Jabar Minta Jangan Dulu Hamil di Masa Pandemi Covid-19

Penting untuk Ibu Hamil! Hindari 8 Minuman Ini
ILUSTRASI
0 Komentar

BANDUNG – Berdasarkan literasi dan penelitian dari sejumlah ilmuwan di dunia, Virus Corona mampu menggerogoti tubuh manusia tanpa memandang kelompok usia. Hal itu pun kemudian terverifikasi secara riil setelah sejumlah negara menampilkan data kematian akibat COVID-19 yang menunjukkan bahwa virus tersebut mampu menyerang siapa saja.

Problem tersebut kemudian harus diantisipasi, salah satunya dengan memperbanyak jumlah orang yang divaksin dan juga menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan rajin mencuci tangan.

Namun, penyuntikan vaksin bagi kelompok bayi maupun balita rupanya belum dapat dilakukan hingga saat ini dan masih harus menunggu hingga beberapa bulan ke depan. Sehingga, bayi dan balita rentan terserang Covid-19.

Baca Juga:Proyek Pembangunan Pasar Sawangan Depok Senilai Rp 9 Miliar Gak Jelas KabarnyaePaper Koran Jabar Ekspres Edisi Sabtu, 24 Juli 2021

Selain itu, seorang ibu yang tengah mengandung di masa pandemi memiliki tingkat risiko tinggi terkena Covid-19. Teorinya, ketika seorang perempuan tengah mengandung, daya tahan tubuh mereka tidak sebaik seperti sebelum memiliki kandungan.

Maka dari itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Wahidin, mengimbau para pasutri agar menunda keinginan memiliki bayi di saat pandemi ini.

“Pasangan usia subur tidak hamil dulu saat pandemi, itu salah satu kampanye yang memang kita lakukan secara umum. Mengapa kita lakukan, karena memang di masa pandemi ini penuh risiko,” ujarnya Jumat(23/7).

“Di samping itu, banyak dokter yang meninggal karena Covid-19 adalah dokter umum dan kandungan. Kenapa dokter kandungan? Diduga karena memang dokter kandungan banyak menangani pasien yang melahirkan,” tambahnya.

Wahidin melanjutkan, banyak fasilitas kesehatan saat ini dialihkan untuk memaksimalkan penanganan Covid-19. Oleh sebab itu, dia khawatir apabila ada perempuan mengalami masalah pada kandungannya tidak mendapat fasilitas yang memadai.

“Karena memang fasilitasnya saat ini memang sedang diprioritaskan untuk Covid-19,” ungkapnya.

Bagi pasangan suami-istri yang terlanjur menjadi calon ibu dan ayah, Wahidin meminta agar protokol kesehatan diterapkan dengan ketat khususnya bagi sang ibu.

Baca Juga:Belum Capai Target, Bansos Warga Non-DTKS, Sekda Kota Bandung Bilang BeginiDukung Rekrutmen CPNS, Pemkab Bandung Gelontorkan Dana Rp1.5 Miliar

Mengonsumsi makanan tinggi protein juga dianjurkan supaya daya tahan tubuh tidak menurun.

“Dan, harus dihitung betul kapan kita melahirkan dan tentu sudah punya persiapan di mana faskes yang akan melayani dan katakanlah terjadi gawat darurat, kita sudah harus prepare lah, intinya begitu,” tutupnya. (red)

0 Komentar