Kenaikan Angka Kasus COVID-19 Imbas Pemerintah Menaikkan Testing untuk Mitigasi Risiko

Sejumlah wisatawan yang tengah berlibur pada momen nataru wajib mengikuti rapid test antigen sebagai upaya pelacakan sebaran korona.
Sejumlah wisatawan yang tengah berlibur pada momen nataru wajib mengikuti rapid test antigen sebagai upaya pelacakan sebaran korona. (FOTO DISPARBUD JABAR)
0 Komentar

Peningkatan angka testing ini akan menyebabkan temuan banyak kasus positif COVID-19, tetapi hal itu penting dan harus dilakukan.

“Jangan khawatir jika didapatkan angka kenaikan yang tiap hari memecahkan rekor. Kenaikan kasus akibat dari angka testing tinggi ini sebenarnya bagus untuk mitigasi risiko agar kita bisa memiliki perencanaan yang lebih baik untuk mempercepat penanganan dan menghindari kematian yang lebih besar. Itu yang paling penting,” katanya.

Dr. Hermawan juga berpendapat, selama ini pola pemeriksaan testing rendah karena sifatnya yang masif-pasif.

Baca Juga:Si Buta dari Gua Hantu Jadi Pendekar di Game LokapalaHati-hati! Cacar Monyet Ditemukan Telah Menulari Warga AS

Testing dilakukan kepada orang yang sudah di rumah sakit, atau orang sudah ada di faskes lain seperti klinik, puskesmas, atau balai pengobatan.

Padahal yang diperlukan sebenarnya dalam perspektif epidemiologi itu yang disebut active case finding.

“Yaitu upaya dengan cepat di hulu harus terus meningkatkan pada populasi-populasi yang memang beresiko sekali karena adanya angka-angka yang sudah terjadi indikasi massive transmission atau local transmission di lapangan,” katanya. (red)

0 Komentar