oleh

Selama PPKM, Pendapatan Restribusi Parkir Hanya Dapat Rp 300 Jutaan Perbulan

BANDUNG – Sejak kasus Covid-19 melanda, retribusi parkir di Kota Bandung mengalami penurunan yang sangat drastis, hingga 60 persen.

Kepala Badan Layanan Umum Daerah (KA BLUD) Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Yogi Mamesa mengatakan, sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada beberapa waktu lalu. Situasi memburuk, pendapatanpun makin turun. Ditambah adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat saat ini.

“Jadi untuk retribusi parkir itu terjadi penurunan yang sangat signifikan di perkirakan 60 persen,” kata Yogi ketika dihubungi Jabarekspres.com, Kamis, (15/7)

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Kian Melandai, Jam Operasional di Kota Bandung Ditambah

Menurutya, penurunan pendapatan retribusi parkir tersebut juga itu berhubungan dengan adanya PSBB dan PPKM Darurat di Kota Bandung.

Penurunan yang siginifikan itu dikarenakan sektor-sektor usaha seperti jasa, wisata, dan perdagangan tidak boleh beroperasi.

Padahal, sektor tersebut merupakan jantung pergerakan ekonomi, dan sumber pendapatan retribusi parkir Dishub Kota Bandung.

“Jadi yang memberikan dampak sangat signifikan itu, pada sektor jasa, wisata dan perdagangan. Itu kan selama PSBB waktu itu dan sekarang PPKM darurat kan tidak boleh beroperasi. Dan itu menjadi sumber pendapatan perparkiran kita,” ucapnya

Baca Juga:  Kebijakan PPKM Berdampak Pada Kasus Aktif Covid dan BOR Melandai

Dishub Kota Bandung hanya bisa menerima retribusi parkir sekitar Rp. 300 juta per bulan. Bahkan kadang, per harinya hanya sekitar 3 hingga 4 juta Rupiah.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga