oleh

Kasus Covid-19 Menanjak, Ekonomi RI Batal Naik

JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, diperkirakan menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2021 mencapai angka 8 persen, seperti yang diungkapkan pemerintah selama ini.

Sebagaimana diketahui, pada hari ini, Senin (21/6), penambahan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai rekor tertinggi, yakni 14.536 kasus baru.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (21/6)

Baca Juga:  Menko Luhut Sebut Semua WNA yang Masuk RI Sudah Sesuai Prosedur Standar Dunia

“Bulan lalu proyeksi pada kuartal II adalah 7,1-8,3 persen dan seiring covid maka proyeksi lebih ke rentang batas bawah atau lebih rendah,” ungkapnya.

Namun demikian, ekonomi menurutnya masih bisa disebut tumbuh tinggi, sebab memang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dimana pada kuartal II-2020, pertumbuhan ekonomi -5,3 persen.

“Jadi pada kuartal II ini ada rebound dan juga recovery,” tegasnya.

Baca Juga:  Tekan Covid-19, Kelurahan Rancaekek Kencana Bandung Rutinkan Disinfektan

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi tahunan, bendahara negara itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tidak ada perubahan, yakni mencapai 5 persen.

“Dengan catatan lonjakan kasus bisa dikendalikan secepat mungkin,” tuturnya.

“Langkah yang dilakukan pemerintah adalah pelaksanaan vaksinasi yang lebih masif, penguatan tes, lacak dan isolasi serta peningkatan kedisiplinan masyarakat,” pungkasnya. (git/fin)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga