“Periode ini terdapat penambahan pasokan baru yang terjadi pada segmen perkantoran dan segmen perhotelan. Peningkatan pasokan pada perkantoran tercatat sebesar 114,10 atau tumbuh positif 14,10% (yoy),” ungkapnya.
Selanjutnya, sambung dia, pertumbuhan permintaan komersial pada triwulan I 2021 mengalami perbaikan. BI Jabar mencatat, pada triwulan I 2021 sebesar 86,63% atau sebesar -1,81% (yoy). Membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya -3,17% (yoy).
“Perbaikan permintaan properti ini terjadi pada segmen perkantoran dan segmen hotel. Segmen perkantoran tercatat sebesar 110,08 atau tumbuh sebesar 7,40% (yoy). Lebih tinggi dibandingkan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 2,90% (yoy),” sambungnya.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Mulai NaikPemkot Minta Pedagang Hewan Kurban Patuhi Prokes
Diterangkannya, peningkatan permintaan pada segmen tersebut disebabkan oleh penyerapan pasokan gudang baru yang tumbuh cukup tinggi. Khususnya berasal dari grup perusahaan pemilik gedung.
“Penyerapan gedung ini didominasi oleh sektor usaha di bidang IT dan telekomunikasi, keuangan dan trading. Selanjutnya, indeks permintaan pada segmen hotel tercatat 40,76 atau tumbuh sebesar -50,46% (yoy) lebih baik,” terangnya.
Perbaikan permintaan pada segmen hotel ini, kata dia, disebabkan oleh mulai diadakannya kembali kegiatan MICE oleh perkantoran swasta maupun pemerintahan dengan pembatasan pembukaan kamar hotel sebesar 50%.
“Penggunaan hotel untuk memfasilitasi masyarakat dalam rangka isolasi mandiri karena pandemi Covid-19 juga banyak diterapkan di Kota besar,” pungkasnya.
