BI Jabar: Harga Properti Residensial dan Komersial di Jabar Pada Triwulan I-2021 Alami Perbaikan

properti residensial jabar
0 Komentar

BANDUNG – Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Herawanto mengatakan, harga properti residensial di Jabar pada triwulan I tahun 2021 mengalami perbaikan.

Perbaikan tercermin oleh Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) sebesar 283,22 atau tumbuh 1,64%. Menurutnya, kenaikan IHPR ini terutama di dorong oleh kenaikan harga bahan bangunan.

“Properti residensial di Kota Bandung dan sekitarnya pada triwulan I mengalami peningkatan,” ucap Herawanto di Bandung, Senin (21/6).

Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Mulai NaikPemkot Minta Pedagang Hewan Kurban Patuhi Prokes

Berdasarkan hasil surveinya, sejak awal Januari 2021 harga besi dan baja terpantau mengalami peningkatan. Disebabkan oleh adanya kenaikan harga bahan baku, terbatasnya pasokan, dan kenaikan permintaan.

Selain itu, kata Herawanto, kenaikan upah pekerja dan biaya pengurusan perizinan turut mendorong harga properti. Sehingga kenaikan IHPR pada triwulan I 2021 terjadi pada seluruh tipe rumah.

“Pada tipe rumah kecil mencapai sebesar 270,93 atau tumbuh 1,77% (yoy). Tipe rumah menengah mencapai sebesar 328,12 atau tumbuh 1,85% (yoy). Tipe rumah besar mencapai 252,18 atau tumbuh 1,29% (yoy),” katanya.

Mesti mengalami kenaikan, ucap dia, namun pada triwulan II 2021 pertumbuhan harga properti residensial diperkirakan akan mengalami perlambatan sebesar 1,09% (yoy).

“Perlambatan terjadi pada seluruh tipe bangunan. Seperti tipe rumah kecil diperkirakan 1,21% (yoy), tipe rumah menengah 1,04% (yoy) dan tipe rumah besar 1,00% (yoy),” ucapnya.

Herawanto menjelaskan, pembiayaan properti residensial melalui KPR di Jabar terindikasi masih cukup baik dengan posisi pertumbuhan pada triwulan I 2021 sebesar Rp152,68 triliun atau tumbuh 7,89% (yoy).

“Meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,93% (yoy). Disisi lain, suku bunga KPR tercatat lebih rendah sehingga berpotensi mendorong penyaluran KPR,” jelasnya.

Baca Juga:Perempuan Muda Melahirkan di Pinggir JalanPLN Siap Memimpin Transisi Energi Melalui Pengembangan EBT di Indonesia

Sementara itu, lanjut dia, harga properti komersial pada triwulan I 2021 mengalami perbaikan. Meskipun masih terkontraksi.

“Kondisi ini tercermin dari (IHPK) sebesar 102,21 atau tumbuh negatif sebesar -0,39% (yoy). Lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar -0,99% (yoy). Perbaikan harga komersial terutama pada segmen hotel dan ritel sewa,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan pasokan properti komersial ini pun turut mengalami perbaikan yang ditunjukkan dengan indeks sebesar 88,34 atau tumbuh sebesar 0,01% (yoy). Menurutnya, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 88,17 atau terkontraksi -0,33% (yoy).

0 Komentar