oleh

Dua Anggota Mabes Polri yang Jadi Tersangka Penembakan Laskar FPI Tidak Ditahan, Begini Penjelasan Polri

JAKARTA – Mabes Polri tidak mengenakan penahanan kepada 2 anggotanya berinisial FR dan MYO. Keduanya diketahui sudah menjadi tersangka penembakan kepada Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik memiliki pertimbangan matang dalam mengambil keputusan ini. Salah satunya karena keduanya kooperatif terhadap proses hukum.

“Pertimbangan itu karena tersangka tidak dikhawatirkan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatannya lagi. Atas pertimbangan-pertimbangan itu maka tidak dilakukan penahanan,” kata Ramadhan saat dihubungi, Sabtu (19/6).

Baca Juga:  Soal Video Viral Demo Rusuh Hari Ini, Mabes Polri: Itu Hoaks

Ramadhan menjelaskan, dalam aturan hukum yang berlaku, memang dibolehkan tidak menahan tersangka. Dengan catatan memenuhi syarat yang dinilai mencukupi oleh penyidik. Selain itu, keduanya juga tetap diwajibkan lapor datang ke Polda Metro Jaya.

“Cuma, saya tidak tahu dia di kantor sebagai apa, apakah wajib lapor atau apa. Tetapi ya mereka masih anggota Polri,” imbuhnya.

Sebelumnya, Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri menetapkan 3 anggota polisi sebagai tersangka kasus dugaan unlawful killing. Ketiganya diduga sebagai penembak 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Baca Juga:  Polri Kabarkan Perkembangan Baru dari Kasus Pembunuhan Laskar FPI oleh Oknum Polisi

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, penetapan tersangka ini dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pada 1 April 2021 lalu. Hasilnya, penyidik memiliki bukti yang cukup untuk menaikan status hukum ketiga terlapor.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga