oleh

Lambat, Riset Vaksin Covid-19 di Indonesia, Ada Mafia Impor?

JAKARTA – Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto mencurigai adanya mafia impor di balik lambatnya riset vaksin Covid-19.

Menurutnya, memang tidak boleh berprasangka buruk, tetapi vaksin dalam negeri ini terkesan ada indikasi dihambat.

Kesan dihambat itu, kata Legislator NasDem tersebut, salah satunya adanya permintaan tambahan anggaran vaksin Merah Putih yang diajukan Lembaga Eijkman sebesar Rp7 miliar pada Januari lalu yang belum cair hingga saat ini. Sugeng menilai hal itu menunjukkan ketidakseriusan riset vaksin anak bangsa.

Baca Juga:  Tips dari Siti Fadilah Supari untuk Mencegah Tertular COVID-19

“Bayangkan kalau Eijkman, Konsorsium Riset, dan Inovasi Covid-19 mengalami hambatan karena persoalan dana dan sebagainya. Itu menunjukkan ketidakseriusan, maka ketergantungan impor, impor, dan impor selalu kita hadapi,” jelasnya, lewat keterangan resmi yang diterima, Kamis (17/6).

Lebih lanjut, Sugeng menyinggung impor alat kesehatan yang seharusnya bisa diproduksi dalam negeri. Salah satunya adalah ventilator.

“Ventilator yang notabene bisa dibuat dan diproduksi oleh anak bangsa, tetapi tetap saja itu lebih pada impor dan impor,” jelasnya.

Baca Juga:  Presiden Intruksikan Dana untuk Penanganan Limbah Medis Covid-19

“Kalau kita membandingkan harganya, jauh sekali dengan fitur yang sedemikian lengkap saja di dalam negeri itu harganya Rp75 juta, tapi kalau impor itu sampai Rp 200-an juta, padahal fungsinya sama,” tambahnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga