oleh

Upaya Pulihkan Pariwisata di Kuta, Menprekref Ajak Diskusi Tokoh Adat

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat adat se-kecamatan Kuta, Bali, untuk mendengar masukan dan kendala yang dihadapi selama pandemi Covid-19. Sehingga, kendala tersebut dapat segera diatasi.

“Kemenparekraf ingin tanggap hadir dan membela saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dan warga Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, selama ini telah menyumbangkan begitu banyak kontribusi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekarang saatnya kita yang membantu masyarakat Kuta,” kata Menparekraf Sandiaga, saat audiensi dengan tokoh masyarakat adat se-kecamatan Kuta, di Legian Beach Hotel, Bali, dikutip Minggu (13/6) kemarin.

Baca Juga:  Industri Pariwisata Turun di Bawah 5 Persen

Dalam kesempatan itu, para tokoh adat masyarakat menyampaikan aspirasinya dalam upaya memulihkan perekonomian masyarakat.

Mereka berharap Kuta bisa ditetapkan sebagai zona hijau dalam travel corridor arrangement, karena seperti diketahui pemerintah telah menetapkan Sanur, Ubud, dan Nusa Dua sebagai green zone. Selain itu para tokoh adat mengusulkan agar Bandara I Gusti Ngurah Rai segera dibuka untuk wisatawan mancanegara, karena pendapatan terbesar mereka diperoleh dari wisman.

Baca Juga:  Hidupkan Kembali Pariwisata Pasca Pandemi, Disparbud Jabar Persiapkan Ini

“Memang tiga zona tersebut yang ditetapkan sebagai pilot project pembukaan kembali pariwisata Bali tahap pertama. Harapan saya ada tahapan perluasan dari zona untuk dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, sehingga Kuta bisa diikutsertakan,” ujar Sandiaga.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga