oleh

Penyalahgunaan Narkoba di Jabar Meningkat, Bandung Jadi Kota Pengguna Tertinggi

“Hal ini bukan hanya menjadi isu Indonesia tapi dunia. Setelah ini korps Menwa Mahawarman Jabar juga akan ditindaklanjuti dalam pendidikan, pelatihan P4GN yang dilakukan masif,” katanya.

Prof Eddy mengatakan, hampir seluruh elemen telah terpapar narkotika. Baik pelajar, mahasiswa, masyarakat, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, harus dilakukan sosialisasi dan pembekalan agar tidak terjerumus menggunakan narkoba.

“Kita tidak bisa diam. Harus ada pendekatan perlawanan yang dilakukan secara persuasif maupun represif,” ucapnya.

Di samping pembekalan, kata dia, Menwa Mahawarman Jawa Barat juga telah melakukan tes urin untuk narkotika sebanyak 1. 000 ampul dan akan terus bertambah lagi dengan bantuan dari perusahaan lewat program CSR-nya untuk menyumbangkan ampul.

“Kami berharap, mahasiswa untuk  jauhi narkotika, karena hal tersebut melemahkan kita ke depan,” katanya.

Menurutnya, pada tahun 2030, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang akan menjadi bermanfaat. Seharusnya, demografi tersebut diisi oleh generasi unggul yang sehat dan bersih dari narkoba.

“Seperti dicanangkan oleh BNN, bahwa semua harus “BERSINAR” atau bersih dari narkoba. Baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi yang ada di Indonesia,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga