Menanggapi hal tersebut, salah seorang Pengamat sekaligus Pemerhati Pendidikan di Kabupaten Bandung berinisial US, 61, menganggap dibukanya PPDB sebelum waktu yang disosialisasikan Disdik Jabar itu kurang adil.
“Beberapa sekolah lain, baik negeri atau swasta yang lain, jatah siswanya jadi terserap,” ujar US kepada Jabar Ekspres saat ditemui di kediamannya, Minggu (13/6).
Menurutnya selain dianggap mencuri start, sekolah yang membuka PPDB sebelum Disdik Jabar berikan sosialisasi untuk penerimaan pada waktu 7 hingga 11 Juni 2021 dapat merugikan pihak orangtua siswa.
Baca Juga:Eriksen Kolaps di Lapangan, Detak Jantung Sempat BerhentiNasib Sarjana Pendidikan, Tak Perlu Bekerja Jadi Guru?
“Harus bayar dulu pasti, minimal uang penerimaan administrasi, sebelum uang bangunan dan sebagainya,” ucapnya.
“Kalau sudah bayar dan ternyata anaknya diterima di (sekolah) negeri, otomatis uang admin itu gak bisa diambil sepenuhnya, dikembalikan tapi tidak semua,” tambahnya.
Merasa terdapat kecurangan karena adanya sekolah swasta yang curi start PPDB, US juga menduga ada permainan uang di dalamnya. (mg6)
