Tujuh Daerah di Jabar yang Berpotensi Kebakaran Lahan Saat Kemarau

Potensi Kebakaran lahan
PADAMKAN API : Bersama unsur TNI, Polisi, BPBD bersama relawan PLH PGPI terus berupaya memadamkan api di hutan Malabar walau hanya menggunakan alat manual.
0 Komentar

BANDUNG – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran lahan dan kekeringan. Setidaknya, tujuh dari 36 zona musim di Jabar sudah memasuki musim kemarau sejak Mei lalu.

“Setiap zona musim ini bisa memasuki musim kemarau maupun musim hujan lebih awal atau belakangan. Musim hujan lebih panjang di Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Sedangkan tujuh zona yang sudah masuk kemarau ada di wilayah Kabupaten Cirebon, Indramayu, Subang dan Karawang,” tutur Kepala pelaksana BPBD Jabar Dani Ramdan, Kamis(10/6).

“Potensi memicu kebakaran di tujuh daerah, yakni Kota Cirebon, Cimahi, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Bandung Barat, Sumedang dan Sukabumi,” ucapnya.

Baca Juga:PPDB SMA Jalur Prestasi di Cirebon Tuai Masalah pada Hasil SkorJadi Klaster Baru Covid-19, Satgas Bekasi Larang Hajatan dan Resepsi

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak BPBD menggelar rakor dengan BMKG, Dinsos dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mitigasi. Dalam rakor itu, dilakukan pendataan terhadap daerah-daerah yang kemungkinan terdampak kekeringan. Selain itu, perhitungan kebutuhan air di daerah yang mengalami kekeringan juga dihitung.

Selain mewaspadai potensi kebakaran hutan/ lahan, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kekeringan atau minimnya ketersediaan air bersih.

“Kita perhitungkan bagaimana mobilisasinya, alat transportasi. Biasanya menggunakan tangki air. Dengan harapan, jika terjadi kekeringan maka sudah bisa diantisipasi,” ujarnya.

Dikatakan Dani, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang memiliki masalah soal air bersih di musim kemarau. Sawah-sawah di daerah ini juga berkemungkinan mengalami puso jika tidak mendapat aliran air saat kemarau nanti.

“Ya, kalau di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Cirebon musim kemarau itu akan membawa dampak kekeringan di lahan pertanian. Akibatnya, lahan pertanian tersebut seringkali mengalami puso,” ujarnya. (mg1)

0 Komentar