oleh

Bareskim Polri Terima Laporan 1.300 Kasus Investasi Bodong Uang Kripto EDC Cash

JAKARTA – Bareskim Polri menerima sekitar 1.300 laporan terkait investasi bodong uang kripto. Dari jumlah tersebut sebanyak 12 dari 36 orang yang diperiksa telah dijadikan tersangka.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipidsus) Brigjen Pol Helmi Santika mengatakan sebanyak 1.300 orang telah melapor sebagai saksi dan korban atas dugaan penipuan bodong dalam bentuk uang kripto. Yang dilaporkan adalah perusahaan E-Dinar Coin Cash (EDC Cash).

Baca Juga:  Waspada Investasi Bodong, Ada Kripto hingga Robot Forex

Dari jumlah tersebut yang sudah 63 orang diperiksa dan 12 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, kata Helmy, Minggu (6/6).

Dijelaskannya, akan berusaha mengembalikan kerugian yang diderita para korban peniuan tersebut. Ditandaskannya, dana akan dimaksimalkan melalui aset tersangka yang disita penyidik.

“Pengembalian usai dilakukan polisi seluruh aset dari para tersangka atau perusahaan EDCCash. Sampai saat ini, pemeriksaan barang berupa bukti sertifikat hak milik, akta jual beli dan surat pemesanan kavling,” tulisnya.

Baca Juga:  Waspada Investasi Bodong, Ada Kripto hingga Robot Forex

Selain itu aset yang berhasil disita juga terdapat uang dengan berbagai macam mata uang, logam mulia, komputer, laptop, ponsel, buku tabungan beserta ATM. Kemudian ada 21 unit mobil dan lima unit sepeda motor.

“Terkait nilainya berapa, masih kami hitung. Penyidik ​​masih mengembangkan untuk mencari aset yang merupakan hasil kejahatan,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga