oleh

Jalan Masuk ke TPA Sarimukti Dibiarkan Rusak

“Biasanya ada 2 titik sekarang beroperasinya hanya 1 bergiliran. Mobil ke sana sekitar 400 dari 4 kota kabupaten. Kalau hanya dilayani 1 kan terlambat,” sebut Yusep.

Imbasnya, kata Yusep, sopir pengangkut sampah yang biasanya sudah kembali pukul 16.00 WIB setiap harinya, beberapa bulan ke belakang terpaksa harus pulang hingga pukul 20.00 WIB. Setiap harinya, ada 36 unit truk pengangkut sampah dari Kota Cimahi yang hilir mudik.

“Cimahi ada 36 setiap harinya. Ada yang 1 rit ada yang 2 rit. Tonasi sampah yang dibuang ke TPA 220 ton per hari,” ujarnya.

Yusep melanjutkan, jumlah armada pengangkut sampah yang ada saat ini belum ideal sehingga harus ada penambahan. Sebab, jika ada unit kendaraan yang sudah tua, kemudian mogok dan masuk bengkel itu akan semakin menghambat pengangkutan sampah.

Idealnya, kata dia, minimalnya harus ada penambahan 5 hingga 10 unit armada pengangkut sampah.

“Normalnya ditambah 5 sudah lumayan tapi kalau kendaraan tuanya tetap beroperasi. Kalau yang tua diistirahatkan, harus nambah 10,” pungkasnya.

Kepala DLH Kota Cimahi, Lilik Setyaningsih mengatakan, tahun ini pihaknya memang akan melakukan penambahan unit pengangkut sampah. Namun, hanya mobil pick up dan box.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga