SOREANG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, dalam rangka pembenahan, kinerja tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung saat ini tengah dikaji. Berdasarkan kajian dan evaluasi tersebut, kemungkinan akan terjadi pergantian petinggi BUMD.
Ketiga BUMD tersebut yakni PDAM Tirta Raharja, BPR Kerta Raharja, dan PT Citra Bangun Selaras (CBS).
“Bahwa ada atau tidaknya resshuffle atau perubahan struktur kepemimpinan BUMD itu tergantung hasil assessment terhadap tiga BUMD tersebut,” ungkap Kang DS, panggilan akrab Dadang Supriatna, Jumat (28/5).
Baca Juga:75 Penyidik KPK yang Lolos Tes Minta Tunda Pelantikan, Ternyata Ini AlasannyaSering Dijodohkan Dengan Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting: Kalau Nikah Dia Gak Akan Serius
Dikatakan Kang DS, apabila direkomendasikan untuk melanjutkan struktur yang sekarang, maka pihaknya akan melanjutkan. Namun, ucap Kang DS, kalau diminta perubahan baik dari struktur, kepengurusan, hingga komisaris, maka harus dilakukan juga.
“Hal tersebut tergantung nanti hasil rekomendasi yang akan dilakukan. Ada penilaian secara khusus untuk pembenahan BUMD yang ada di Kabupaten Bandung,” ujar Bupati Bandung yang sekaligus sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung itu.
Selain melakukan penilaian secara khusus, lanjut Kang DS, dalam upaya pembenahan BUMD Kabupaten Bandung, pihaknya juga akan melihat rujukan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Kata Dadang, itu merupakan salah satu indikator untuk menentukan nasib tiga BUMD tersebut.
“Apa yang harus dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Misalnya pembenahan struktur, ini kita lihat daripada perkembangan, jadi kita lagi kaji. Intinya semua BUMD akan kita benahi,” jelas Kang DS.
Selain melakukan pembenahan terhadap perusahaan daerah yang sudah ada, Kang DS juga berencana untuk membangun BUMD baru. Katanya, hal tersebut sesuai dengan kebutuhan. Ia mencontohkan, karena Kabupaten Bandung memiliki banyak objek wisata, maka perlu dibentuk BUMD agar memiliki wadah yang tepat.
“Karena pariwisata di Kabupaten Bandung sangat luar biasa. Rencana ada 100 titik destinasi wisata yang akan kita kembangkan. Oleh karenanya harus mempunyai wadah yaitu BUMD,” paparnya.
Sementara itu di lokasi yang berbeda, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Bandung, Marlan membenarkan bahwa memang Bupati Bandung tengah melakukan penilaian terhadap kinerja BUMD yang ada di Kabupaten Bandung. Sehingga, kata Marlan, kalau memang perlu ada perubahan, maka bisa saja terjadi.
