Begini Menurut Menko Bidang Perekonomian Mengenai Strategi Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19

Menko Bidang Perekonomian airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian airlangga Hartarto
0 Komentar

Airlangga menambahkan, melalui pandemi Covid-19, beberapa pelajaran berharga dapat dipetik untuk segera berbenah agar lebih produktif juga lebih efisien, antara lain menemukan inovasi pola kerja agar tetap produktif.

Di tengah terbatasnya mobilitas fisik, menyusun program yang simple namun implementatif  dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Meningkatkan sinergi dan gotong royong, termasuk kerjasama dengan Aparat Pengawas Intern dan Aparat Penegak Hukum; dan menjadikan momentum reformasi struktural untuk keluar dari Middle Income Trap (MIT) dengan menyusun Undang-Undang Cipta Kerja beserta aturan pelaksanaannya.

Baca Juga:Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Jadi Kunci Penting untuk Bertahan di Tengah Badai PandemiBos Toko Plastik Ditemukan Tewas dengan Luka 9 Tusukan di Jalan H. Kurdi Kota Bandung

Reformasi struktural melalui UU Cipta Kerja diharapkan menjadi terobosan reformasi di bidang investasi dan perdagangan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja.

UU Cipta Kerja juga menjadi jembatan antara program mitigasi Covid19 dan reformasi struktural dalam jangka panjang.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, optimisme pemulihan ekonomi diharapkan berlanjut di tahun 2021. Berbagai lembaga internasional (Bank Dunia, OECD, ADB dan IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 4.3 – 4,9% dan akan meningkat di kisaran 5,0 – 5,8% di tahun 2022.

‘’Pemerintah optimis di Q2-2021 ini Indonesia dapat meraih pertumbuhan sekitar 7% dan secara full year di akhir tahun kita bisa meraih pertumbuhan dalam rentang 4,5 s.d 5,3 %. Optimisme tersebut tentunya didasarkan pada berbagai hal, diantaranya adalah dari berbagai leading indicators yang terus bergerak ke arah positif,’’ tutur Ketua DPP Partai Golkar itu.  (map/fsr)

0 Komentar