oleh

Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Jadi Kunci Penting untuk Bertahan di Tengah Badai Pandemi

JAKARTA –  Pandemi Covid-19 telah menimbulkan disrupsi dan menggeser berbagai tatanan kehidupan. Pentingnya keberlangsungan bisnis, perusahaan harus memperhatikan semua stakeholders internal dan eksternal yang terdampak, dari para pemegang saham, pegawai, hingga konsumen akhir.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, setiap dunia usaha harus cepat merespon kondisi ini. Jangan samzpai terjadi sesuatu yang tidak terduga.

‘’Tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) sebagai fondasi utama pengambilan keputusan terbaik di tengah Pandemi,” kata Airlangga, dalam acara Indonesian Institute for Corporate Directorship Corporate Governance (IICD CG) Conference bertema The 10th ACGS Implementation: Road to ESG in Indonesia, secara virtual di Jakarta, Kamis (27/5).

Baca Juga:  Dampak Pandemi Covid-19, Antropolog: "Pait Heula Kakara Amis"

Dia menilai, sejauh ini, GCG masih menjadi salah satu kelemahan yang dipunyai sebagian besar perusahaan di Indonesia.

Seperti diketahui salah satu penyebab krisis ekonomi di akhir tahun 90-an adalah karena tata kelola perusahaan kurang baik.

‘’Antara lain, berupa kualitas investasi yang buruk, diversifikasi usaha yang sangat luas, jumlah pinjaman jangka pendek tak lindung nilai yang sangat banyak, lemahnya peran direksi dan komisaris, sistem audit yang buruk, kurangnya transparansi, serta penegakan hukum yang lemah,’’paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga