Info Dinas: Antara Informasi, Ambiguitas  dan Perilaku “Mediokor”

Dr H Asep Hilman MPd Opini: Adab Guru
Dr H Asep Hilman MPd
0 Komentar

Dalam gerak dan dinamika organisasi, seringkali kita dikelilingi  kaum Mediokor yang keberadaannya cenderung hanya sekedar numpang dengan segala aspek ikutannya.

Terutama numpang popularitas. Gejala demikian mudah menimpa dan diikuti banyak orang   karena enak dan nyaman dinikmati.

Ciri-cirinya diantaranya adalah  sering menghindari tanggungjawab, pandai beralibi, selalu ingin terlihat benar sehingga pandai menyalahkan orang lain. Secara verbal sikap demikian sering muncul  dalam komunikasi kedinasan melalui  Wag “Info Dinas”.

Baca Juga:Jika Pergi Haji atau Umrah, Jangan Lewatkan Tiang-tiang Bersejarah Peninggalan Nabi di Masjid NabawiSiap-siap! Badai Besar Akan Terjadi di Bulan Juni 2021

Kecenderungan berikutnya adalah kaum mediokor hanya mau memanfaatkan Wag info dinas untuk kepentingan dirinya sendiri.

Bila diumpamakan dalam bentuk simbiose mutualisma sipemberi pesan (atasan) memanfaatkan wag untuk menunjukan prestasi dan hegemoni dirinya (walaupun biasa-biasa saja) dan si penerima pesan (bawahan) menanggapinya dengan puja puji agar senantiasa diperhatikan dan disayang atasan.

Sekalinya ada bawahan berpandangan lain maka, sang atasan akan menjawab dalam bahasa pribadi dan  subjektif disertai dengan nada menekan dan kelompok bawahan pemujanya akan mengucilkan yang berbeda pandangan tadi. Baik dalam relasi “face to face” maupun dalam bahasa verbal dalam Wag info dinas tersebut.

Bahkan lebih parah lagi, bila tidak ada kontrol pribadi dan sosial, bisa memunculkan sosok  penghasut dan suka melempar fitnah yang  tidak menyukai orang berprestasi. Dalam beberapa kasus, biasanya secara refleks mereka memanfaatkan Wag info dinas ini. Dalam skala medsos yang lebih luas untuk hal ini kita mengenal istilah “buzzer”.

Pada akhirnya keseluruhan uraian ini menghendaki sikap bijak kita untuk secara proporsional dan profesional memanfaatkan sarana informasi dan komunikasi khususnya Wag Info Dinas semata-mata hanya untuk kepentingan kedinasan.

Tentunya dengan segala konsekuensinya berupa penerapan etika berpikir, bersikap dan berucap yang secara verbal tersampaikan dalam bentuk bahasa santun dan jelas yang muncul dalam Wag Info Dinas ini. (*)

0 Komentar