oleh

PSI Pertanyakan Keseriusan Pemkot Bangun Kota Depok

DEPOK – Partai Solidaritas Indonesia menyoroti lambannya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menata pembangunan kota.

Disebutkan, banyak permasalahan yang tidak mampu ditangani dengan baik misalnya masalah pembangunan infrastruktur yang sangat lamban digerakkan bahkan yang lainnya dibiarkan mangkrak begitu saja.

“Kami PSI menyoroti kerja lambat yang diperlihatkan pemerintah Kota Depok dalam penanganan infrastruktur yang rusak tidak terduga, manajemen kota yang dilakukan walikota seperti tidak memperhatikan urgensi dan tingkat kebutuhan masyarakat akan suatu infrastruktur yang dibutuhkan,” kata Wakil Ketua Umum DPD PSI Kota Depok, Icuk Pramana Putera kepada Jabar Ekspres, Jumat (21/5).

Terkait hal itu, ia pun mencontohkan bagaimana ketidaksigapan Pemkot dalam merespons perbaikan jembatan amblas di Grand Depok City (GDC), yang sudah hampir sebulan lebih ini belum juga dilakukan pengerjaan fisik.

“Sudah lebih dari sebulan ternyata proses tender proyek jembatan GDC baru akan diselesaikan paling cepat Juni,” jelas Icuk.

Icuk mengaku sulit membayangkan bagaimana jadinya jika jembatan atau jalan yang ambruk itu terjadi di kawasan strategis dan ramai seperti halnya di kawasan Jalan Margonda Raya.

“Beruntungnya jembatan yang rusak tidak berada di Margonda Raya atau Sawangan, bisa dibayangkan seperti apa kesulitan masyarakat menembus macetnya Kota Depok jika itu terjadi,” tukasnya.

Tidak hanya itu, ia juga mempersoalkan mangkraknya pembangunan gedung Gelanggang Olah Raga (GOR) yang berlokasi di Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Depok.

“Tak jauh dari lokasi (jembatan amblas) juga ada GOR yang hampir 2 tahun mangkrak dan tidak ada kelanjutan pembangunan,” cetusnya.

Dirinya berharap kemacetan pembangunan itu bisa segera tersentuh oleh pemerintah daerah Kota Depok.

“Kami rasa Pemkot bersama DPRD Kota Depok dapat melakukan terobosan baik melakukan pembentukan payung hukum berupa Perda ataupun Undang-undang tingkat daerah guna mempercepat penanganan kasus rusaknya infrastruktur karena bencana,” imbuhnya.

Di samping itu, Icuk mengajak warga Depok untuk memantau bagaimana lambannya penanganan infrastruktur di kota Belimbing itu cukup dengan mengintip situs https://lpse.depok.go.id.

“Di dalam laman online ini kita dapat mendapatkan informasi terkait kegiatan pengerjaan proyek infrastruktur Kota Depok,” beber dia.

Dengan mengintip laman tersebut, warga juga kata dia dapat mengikuti perkembangan pembangunan Kota Depok.

“Sebab hal itu juga sangat penting bagi warga untuk mengetahui kinerja Wali Kota dan Wakilnya yang terpilih,” ujar Icuk.

Namun PSI Kota Depok tidak lagi menaruh harapan banyak atas kinerja Wali Kota Mohammad Idris dan Wakilnya Imam Budi Hartono (IBH).

“Pembangunan infrastruktur yang asal-asalan dan setengah-setengah sudah menjadi hal yang umum dari kinerja pemimpin Kota Depok selama 15 Tahun terakhir ini,” pungkasnya. (Mg12/hrs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga