“Awal merintis itu coba-coba bikin, terus ditawarkan ada yang pesen 100 toples kue kering,” ujar Yuli.
Mulanya ia memang menyasar pesanan lebaran sehingga coba-coba membuat berbagai jenis kering. Seiring pergantian tahun, ternyata usaha kulinernya tumbuh positif.
Setiap bulan puasa, pesanan kue keringnya mencapai 3 ribu toples. Yuliawati semakin kewalahan sehingga akhirnya memutuskan untuk mencari pegawai. Sebab, bukan hanya kuantitas yang ia kejar, tapi kualitas.
Baca Juga:Gagal Panen, 3.500 Hektare Padi di Kotawaringin Timur, Ini PenyebabnyaPolri Luncurkan Nomor Tunggal 110, Berikut Ini Kegunaannya
“Tahun kedua aja itu pesanan 1 ribu toples. Waktu itu pemasarannya door to door, dari kantor ke kantor karena medsos kan belum kaya sekarang,” pungkas Yuliawati. (fey)
